Beranda Daerah Lampung Way Kanan

Sepuluh Kepala Kampung Di Kabupeten Way Kanan Siap-siap Masuk Bui

24432
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Bupati Way Kanan, Raden Adipati Surya, saat menghadiri Pergantian Antar Waktu (PAW) di Kampung Karta Jaya, Kecamatan Negara Batin, Senin (13/5/2019). Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Way Kanan – Pemerintah Kabupaten Way Kanan benar-benar serius menindaklanjuti ada temuan Inspektorat tentang penyalahgunaan dan penyelewengan Dana Kampung.

Dari temuan inspektorat ada sepuluh kampung di Way Kanan terindikasi adanya penyelewengan dana kampung di tahun 2018.Jenis penyelewengan yang dilakukan bervariasi mulai dari pekerjaan yang tidak sesuai rab, pekerjaan fiktif, sampai penilapan honor aparat kampung oleh Kepala kampung. Bahkan ada satu kampung yang ditemukan melakukan penyelewengan dana kampung hingga Rp687 juta di tahun 2018.

“Sekarang berkas sudah naik ke Kejaksaan Way Kanan untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” kata Bupati Raden Adipati Surya, saat menghadiri Pergantian Antar Waktu (PAW) di Kampung Karta Jaya, Kecamatan Negara Batin, Senin (13/5/2019).

Adipati melanjutkan, selama ini pihak pemkab Way Kanan selalu membina para kepala kampung termasuk jika ada temuan kesalahan maka kepala kampung diminta untuk mengembalikan dana tersebut ke kas kampung. Namun nampaknya cara itu membuatĀ  sebagian oknum kepala kampung merasa terlindungi dan menganggap remeh peraturan tersebut.

“Selama tiga tahun ini selalu kita berusaha melakukan pembinaan namun ada beberapa oknum kepala kampung malah nambah menjadi-jadi, dan saya sudah bosen untuk mengingatkan dan membina para kepala kampung untuk bekerja dengan baik dalam pengelolaan dana kampung, sekarang saya ambil tindakan tegas,” ungkap Bupati.

Bupati juga mengatakan akan segera memproses penyelewengan dana kampung oleh sepuluh kepala kampung. “Mereka tinggal menunggu waktu saja apakah sebelum lebaran atau sesudah lebaran di dalam penjara.” Kata Bupati.

Dari penjelasan Adipati, ada temuan salah satu kampung di Kecamatan Banjit di mana kakamnya tidak membayar tunjangan aparat kampung dan menjual beras sejahtera (beras raskin). Sedangkan di Kecamatan Gunung Labuhan ada temuan pekerjaan yang difiktifkan. Begitu juga di Kecamatan Negara Batin di mana ada kakamnya yang menilap honor aparat kampungnya,” terangnya. (Sandi)

Facebook Comments