Beranda Bandar Lampung

2 PPK Panjang yang Diduga Manipulasi Suara Terancam Pidana Penjara 4 Tahun

176
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ketua Bawaslu Bandar Lampung, Candrawansah. Foto : Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Panjang akhirnya menjadikan kasus dugaan pelanggaran pemilu yang dilakukan PPK Panjang dalam rekapitulasi suara tingkat kecamatan beberapa waktu lalu sebagai temuan dugaan pergeseran suara.

Ketua Bawaslu Bandar Lampung Candrawansah mengungkapkan, hingga saat ini Panwas Kecamatan Panjang tengah mendalami dugaan pelanggaran pemilu terkait adanya perbedaan penghitungan suara yang dilakukan PPK panjang pada pleno rekapitulasi suara beberapa waktu lalu.

”Iya untuk 2 PPK yang sebelumnya usai pleno tingkat PPK kabur, kasusnya dijadikan temuan oleh Panwascam Panjang. Hal ini dikarenakan dari hasil pleno ulang yang dilajukan PPK terdapat perbedaan atau perubahan data DAA1 (hasil data rekapitulasi suara TPS yang direkapitulasi ke kecamatan) ke DA1 (data rekapitulasi suara dari Kelurahan yang direkapitulasi ke Kecamatan), dan hal tersebut diketahui saksi, PPK dan Panwascam kecamatan,” ungkapnya saat ditemui di kantor Bawaslu Bandar Lampung, Kamis (15/5).

Berita Terkait : Banyak Menuai Persoalan, Dua PPK Panjang Menghilang, Pleni Jadi Molor

Berita Terkait : Terindikasi Mainkan Suara, Operator Rekapitulasi PPK Panjang Kabur

Candra juga mengatakan, kasus ini mengarah pada pidana Pemilu. Dengan dugaan pada Pasal 532 Undang-Undang 7/2017 tentang Pemilu yang menyebutkan setiap orang dengan sengaja melakukan perbuatan yang menyebabkan suara seorang pemilih menjadi tidak bernilai atau menyebabkan peserta pemilu tertentu mendapatkan tambahan suara atau perolehan suara peserta pemilu menjadi berkurang dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan denda paling banyak Rp48 juta

”Kita akan proses pidana pemilunya, tetapi kita lihat dulu bukti-bukti yang ditemukan Panwascam Panjang,” ujarnya.

Pada penghitungan ulang yang diperintahkan langsung oleh KPU Bandar Lampung, ditemukan perbedaan suara pada data DAA1 dan DA1 di 3 kelurahan yakni, Panjang Utara, Pidada, Way Lunik dan Ketapang. “Atas dasar tersebut kami langsung proses,” kata dia. (Sule)

Facebook Comments