Beranda Ekonomi

Nilai Ekspor Lampung Turun, Impor Malah Naik

20
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung mencatat nilai total ekspor Provinsi Lampung pada bulan April 2019 mencapai US$196,49 juta, mengalami penurunan sebesar US$23,57 juta atau turun 10,71 persen, dibandingkan ekspor Maret 2019 yang tercatat US$220,06 juta. Jika dibandingkan ke bulan April tahun lalu, nilai ekspor April tahun ini juga mengalami penurunan sebesar US$56,74 juta atau turun 22,41 persen.

Kepala BPS Provinsi Lampung, Yeane Irmaningrum menjelaskan, penurunan ekspor April 2019 terhadap Maret 2019 terjadi pada lima golongan barang utama. Yaitu batu bara turun 38,48 persen; bubur kayu/pulp turun 31,23 persen; lemak dan minyak hewan/nabati turun 23,19 persen; olahan dari buah-buahan/sayuran turun 12,02 persen; dan kopi, teh, rempah-rempah turun 10,04 persen.

“Negara utama tujuan ekspor Provinsi Lampung pada bulan April 2019 yaitu ke Amerika Serikat yang mencapai US$40,18 juta, Tiongkok US$24,79 juta, Korea Selatan US$18,11 juta, India US$12,33 juta, dan Hongkong US$10,11 juta. Peranan kelimanya mencapai 53,70 persen,” jelas Yeane, Rabu (16/5/2019).

Namun hal sebaliknya terjadi pada nilai impor Provinsi Lampung, di mana pada April 2019 mencapai US$397,38 juta atau mengalami peningkatan sebesar US$250,89 juta, atau naik 171,26 persen dibanding Maret 2019 yang tercatat US$146,50 juta. Bahkan dibandingkan bulan April 2018, nilai impor April 2019 juga lebih tinggi US$169,59 juta atau naik 74,45 persen.

Dari lima golongan barang impor utama pada April 2019, empat di antaranya mengalami peningkatan, yaitu binatang hidup naik 51,88 persen; pupuk naik 48,42 persen; ampas/sisa industri makanan naik 47,75 persen; dan mesin-mesin/pesawat mekanik naik 38,07 persen.

“Hanya satu golongan barang impor utama yang mengalami penurunan yaitu gula dan kembang gula yang turun 4,51 persen,” jelas Yeane.

Adapun, kontribusi lima golongan barang utama terhadap total impor Provinsi Lampung pada April 2019 mencapai 17,22 persen, dengan rincian sebagai berikut: binatang hidup 4,71 persen; gula dan kembang gula 4,40 persen; ampas/sisa industri makanan 4,03 persen; pupuk 2,38 persen; dan mesin-mesin/pesawat mekanik 1,70 persen. (Tampan)

Facebook Comments