Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Permintaan Tinggi, Pemkab Tanggamus Siapkan Lahan 76 Hektar untuk Kembangkan Bawang Putih Sendiri

135
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Wabup Tanggamus, AM Syafi’i didampingi Kadis Pangan dan Pertanian, Soni Isnaini dan Kadis Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), Zulfadli saat meninjau operasi pasar di Pasar Gisting. Foto : Sayuti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tanggamus – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus melalui Dinas Pangan dan Pertanian berencana mengembangkan tanaman bawang putih, guna memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat, mengingat selama ini bergantung pada pasokan dari daerah lain.

Wakil Bupati Tanggamus, AM Syafi’i mengatakan, tahun ini Pemkab Tanggamus melalui Dinas Pangan dan Pertanian setempat menargetkan pengembangan bawang putih di Kecamatan Ulubelu dengan luas tanam mencapai 26 hektar, ditambah 50 hektar yang bersumber dari bantuan APBN.

“Pengembangan bawang putih ini dalam upaya kita memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat yang selama ini bergantung pada pasokan dari daerah lain, sekaligus mengantisipasi melonjaknya harga bawang putih,” kata Wabup AM Syafi’i saat operasi pasar bawang putih di Pasar Gisting.

Dikatakan Wabup AM. Syafi’i, jika pengembangan bawang putih ini berhasil, yang ditandai hasilnya bagus dan menguntungkan petani. Maka kedepan akan banyak pengusaha yang berinvestasi.

“Alam Tanggamus sangat mendukung pengembangan bawang putih. Saya sangat meyakini, Tanggamus mampu memasok bawang putih bagi kabupaten lainnya,” katanya.

Sementara untuk memenuhi kebutuhan bawang putih selama ramadhan dan idul fitri, yang harganya saat ini di Tanggamus mencapai Rp70 ribu per kilogram. Dinas Pangan dan Pertanian, Kabupaten Tanggamus telah menggelar operasi pasar di Pasar Gisting, Selasa (14/5/2019).

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Tanggamus, Soni Isnaini mengatakan terdapat 7 ton bawang putih yang disiapkan dalam operasi pasar tersebut, dengan harga Rp25 ribu per kilogram.

“Harga bawang putih per kilogramnya Rp25 ribu, tetapi tidak dijual eceran, melainkan dijual per karung, satu karungnya 20 kilogram dengan harga 500 ribu rupiah. Jadi kalau masyarakat yang ingin membeli harus patungan, karena memang tidak diecer,” kata Soni.

Kadis Koperindag Tanggamus, Zulfadli menuturkan, melambungnya harga bawang putih di pasaran akibat suplai yang berkurang. “Sebagaimana hukum ekonomi, jika suplai berkurang permintaan naik, maka harga naik. Mudah-mudahan dengan operasi ini, suplai akan bertambah dan harga dapat turun,” kata dia.

Menurut Zulfadli, jumlah bawang putih yang dilepas pada operasi pasar kali ini, mendekati kebutuhan bawang putih di Kabupaten Tanggamus. “Jadi dapat dipastikan harga komoditas tersebut akan relatif stabil,” ujarnya.

Sementara Wakil Bupati Tanggamus, AM Syafi’i berharap dengan operasi pasar ini dapat menjaga stok, sehingga tidak ada lagi kelangkaan komoditas tersebut. Dan mampu menstabilkan harga bawang putih, sehingga masyarakat dapat membeli dengan harga yang terjangkau.

“Sebenarnya konsumsi bawang putih ini tidak terlalu banyak, tetapi semua membutuhkan, dan saya optimis dengan langkah operasi pasar ini mampu menekan harga bawang putih yang sedang mengalami kenaikan,” katanya. (Sayuti)

Facebook Comments