Beranda Bandar Lampung

25 Ribu Hektare Rawa di Lampung Bakal Disulap Jadi Lahan Pertanian

31
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Lampung, Ahmad Chrisna Putra saat memimpin rapat optimasi lahan rawa di Kantor Dinas Tanaman Pangan, bersama perwakilan Kementerian Pertanian, Mabes TNI AD dan Korem 043/Gatam, Rabu (15/5).
Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pelaksanaan kegiatan optimalisasi rawa sebagai lahan pertanian di Lampung terus berlanjut. Pemprov Lampung melalui Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura telah menyiapkan rawa seluas 25.000 hektare untuk disulap menjadi lahan pertanian. Rawa seluas 25.000 hektare itu terbagi di lima Kabupaten, yaitu Mesuji, Tulang Bawang, Lampung Tengah, Lampung Selatan dan Lampung Timur.

“Daerah rawa yang paling luas itu ada di Lampung Tengah dan Mesuji, tapi detailnya saya lupa. Ini kan program dari Kementerian pertanian, namanya Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani),” kata Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Lampung Achmad Chrisna Putra, kepada Kupas Tuntas, Kamis (16/5/2019).

Menurut Chrisna, Lampung sebenarnya punya potensi rawa yang lebih luas, yaitu mencapai 86.000 hektare. Namun untuk di tahun pertama, Pemprov Lampung baru mengupayakan seluas 25.000 hektare.

“Kita sebenarnya punya potensi rawa itu 86.000 hektare, tapi karena baru tahap persiapan, kita siapkan 25.000 hektare dulu, sembari kita lihat perkembangannya. Kalau memang lancar, di tahun depan bisa kita tambah lagi,” jelas mantan Kadiskominfotik Provinsi Lampung ini.

Chrisna berharap, dari program Serasi ini, setiap 1 hektare lahan yang dibuka nantinya bisa menghasilkan 6 ton gabah. Sehingga Provinsi Lampung bisa menambah hasil panen gabah hingga 150 ribu ton dari program Serasi ini.

Untuk pelaksanaannya, kata dia, Mabes TNI AD melalui Korem 0434/Gatam dan jajarannya di tiap Kodim yang akan melakukan pendampingan.

Pada Rabu (15/5) kemarin, perwakilan Mabes TNI AD, Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian dari 5 kabupaten sudah menggelar rapat persiapan. Tim Kementan dan Mabes TNI AD juga sudah meninjau lokasi lahan rawa yang disipakan di 5 dareah.

“Mereka turun ke Lampung untuk untuk memastikan kesiapan daerah, dan lima kabupaten yang menerima program ini menyatakan siap. Kalau anggarannya sudah turun, program ini langsung dilaksanakan,” tandasnya.

Sebelumnya, Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kegiatan Optimalisasi Lahan Rawa, Sarwo Edhi mengatakan, program Serasi ini akan berdampak pada peningkatan indeks pertanian dan produktivitas, serta peningkatan pendapatan petani.

“Optimasi lahan rawa dilaksankan melalui kegiatan tata kelola irigasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian, serta penguatan kelembagaan petani dan adanya pendampingan secara intensif dari instansi pusat, provinsi, kabupaten/kota dan juga TNI AD,” kata Sarwo Edhi saat memimpin rapat di Dinas Pertanian Lampung.

Sarwo Edhi berharap, program Serasi yang diterapkan di Lampung bisa berpengaruh nyata terhadap akselerasi dan hasil kegiatan di lapangan. Dikatakannya, ada enam provinsi yang mendapatkan program Serasi ini, yaitu Lampung, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Jambi, Sulawesi Selatan, dan Kalimantan Tengah. Di enam provinsi ini, Kementerian Pertanian menargetkan membuka 400 ribu hektare rawa menjadi lahan pertanian produktif. (Tampan)

Facebook Comments