Beranda Bandar Lampung

Dalami Suap Fee Proyek Infrastruktur di Mesuji, 50 Saksi Kembali Diperiksa KPK

235
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –┬áKomisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus suap fee proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji yang diduga melibatkan Bupati Mesuji nonaktif Khamami dan pemilik PT Subanus Sibron Aziz. KPK sudah memeriksa 50 saksi dengan meminjam ruangan di Aula Partria Tama Mapolresta Bandar Lampung.

Pantauan di Mapolres Bandar Lampung, Rabu (15/5/2019), penyidik KPK memeriksa beberapa orang saksi menggunakan 5 meja yang di atasnya terdapat laptop.

Sekitar pukul 15.50 WIB, terlihat empat orang saksi sedang berada di dalam ruangan sedang menjalani pemeriksaan. Sementara dua orang saksi lainnya sedang duduk di luar aula tersebut.

Seorang penyidik KPK saat dikonfirmasi membenarkan kalau pemeriksaan di Mapolresta Bandar Lampung terkait kasus korupsi di Pemkab Mesuji.

“Iya mas benar soal Bupati Khamami,” kata penyidik KPK yang enggan menyebutkan namanya saat keluar dari ruang pemeriksaan.

Penyidik ini mengatakan, sudah selama satu pekan lebih memeriksa sejumlah saksi di Mapolresta Bandar Lampung. Menurutnya, total sudah ada 50 saksi yang diperiksa.

“Ada sekitar 50 saksi, dari unsur PNS dan swasta,” kata pria paruh baya yang memakai batik putih tersebut seraya meninggalkan Mapolresta Bandar Lampung.

Penyidik KPK lainnya menyebutkan, ada enam orang saksi yang diperiksa saat itu. “Oh ya hari ini ada enam orang yang diperiksa,” ungkapnya sembari berjalan meninggalkan ruangannya, Rabu (15/5/2019).

Pria ini pun menegaskan bahwa yang diperiksa saat ini adalah pihak swasta. “Enam orang ini pihak swasta,” sebutnya sembari menenteng tas hitam besar.

Wakapolresta Bandar Lampung AKBP Yudi Chandra Erlianto saat dihubungi membenarkan adanya pemeriksaan di ruang Aula Patria Pratama terkait tindak pidana korupsi di Pemkab Mesuji.

“Ia benar,” ujar Yudi. Yudi menambahkan, pemeriksaan tersebut sudah berlangsung sejak seminggu lalu, dan sudah banyak saksi yang diperiksa.

“Sudah seminggu, yang diperiksa sudah banyak, cuma saya nggak tahu secara teknis itu KPK. Mereka cuma pinjam ruangannya saja,” papar mantan Kapolres Lampung Timur itu.

Salah satu saksi yang diperiksa KPK bernama Andhika sempat membeberkan materi pemeriksaan. Andhika yang mengklaim sebagai pemilik CV Putra Sejahtera ini menuturkan, nama perusahaannya dipinjam oleh Mai Darmawan, pedagang bakso yang merupakan orang kepercayaan Taufiq Hidayat, adik kandung Bupati Mesuji nonaktif Khamami.

“Saya dari Menggala, cuma diperiksa saja, kalau CV saya dipinjam sama Mai Darmawan,” kata Andhika saat keluar dari ruang pemeriksaan, kemarin.

Andhika mengaku diberi uang Rp15 juta agar CV-nya bisa dipinjam oleh Mei Darmawan. “Ya dia minjem saja, dikasih duit saya mau,” katanya. (Ricardo)

Facebook Comments