Beranda Bandar Lampung

Mengintip Sepak Terjang PT Subanus Sebelum di OTT KPK, Kuasai Proyek Infrastruktur di Mesuji (Bagian III)

284
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
PT Subanus. Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kejati-Polda Lampung Sempat Lakukan Pemeriksaan

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Selain menggarap proyek flyover di Bandar Lampung, PT Subanus juga mengerjakan sejumlah proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji bernilai puluhan miliar. PT Subanus bermain proyek di Mesuji sejak tahun 2015. Salah satu proyek yang dikerjakan sempat menjadi atensi Kejati dan Polda Lampung.

Berdasarkan data yang dihimpun Kupas Tuntas melalui Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Mesuji, PT Subanus berhasil memenangkan sejumlah tender proyek infrastruktur dengan nilai cukup fantastis.

Melalui APBD tahun anggaran 2015, PT Subanus memenangkan tender pengadaan material Kecamatan Rawajitu Utara dan Mesuji Timur dengan kode lelang 358682 dengan nilai pagu anggaran Rp23.236.539.033.

Selanjutnya pada tahun 2016, juga melalui dana APBD Pemkab Mesuji juga, PT Subanus memenangkan tender proyek peningkatan ruas jalan Simpang Pematang-Budi Aji (Hotmix) dengan kode lelang 761682 dengan nilai pagu anggaran Rp3.240.000.000.

Masih di tahun 2016, PT Subanus kembali mendapatkan proyek peningkatan ruas jalan Budi Aji -Adi Luhur (Hotmix) dengan kode Lelang 756682 pada APBD 2016 dengan nilai anggaran Rp8.640.000.000.

Di tahun yang sama, PT Subanus juga memenangkan proyek peningkatan jalan ruas Polsek Way Serdang, Panca Warna, Margo Bakti, Hadi Mulyo, Pertigaan Gedung Sri Mulyono, Gedung Boga, Simpang D (Lapen), dengan kode lelang 758682 pada APBD 2016 dengan nilai pagu Rp10.400.000.000.

Lalu pada tahun 2017, PT Subanus kembali mendapatkan proyek peningkatan ruas jalan Simpang Segitiga Emas Muara Tenang dengan kode lelang 936682 melalui ABPD dengan nilai anggaran Rp11.226.852.000.

Dalam perjalanannya, salah satu proyek yang dikerjakan PT Subanus yakni pengadaan bahan material di Kecamatan Rawajitu Utara dan Mesuji Timur tahun 2015 dengan nilai Rp23.236.539.033 juga sempat menjadi perhatian (Atensi) aparat penegak hukum yaitu Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung dan Polda Lampung.

Baca Juga: Mengintip Sepak Terjang PT Subanus Sebelum di OTT KPK, Proyek Flyover Masuk Bidikan Kejari (Bagian II)

Awalnya, penyelidikan dugaan korupsi pada proyek pengadaan material batu di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Mesuji itu ditangani oleh Kejati Lampung. Namun kemudian kasusnya diambilalih sepenuhnya oleh Polda Lampung.

Kepala Kejati Lampung saat itu Syafrudin mengatakan, perkara dugaan proyek batu Mesuji tersebut telah diserahkan ke Polda Lampung. Pasalnya, perkara tersebut lebih dulu diselidiki oleh Polda Lampung.

Syafrudin mengakui, jika proyek pengadaan material batu di Mesuji itu juga banyak menuai laporan dari masyarakat. Menurutnya, laporannya bukan hanya disampaikan ke Kejati dan Polda Lampung saja. Namun juga ke Mabes Polri.

Saat penyelidikan di Kejati Lampung, penyidik telah memeriksa sejumlah pejabat Dinas PU Mesuji di antaranya AS, PD, NB, JND dan HJ. Hingga kini, perkembangan penanganan kasus pengadaan material batu di Mesuji juga belum ada titik terang.

Sementara itu, Kabid Humas Polda AKBP Zahwani Pandra Arsyad saat dihubungi mengaku, belum mengetahui terkait adanya pemeriksaan dalam perkara dugaan proyek pengadaan material di Mesuji yang sempat ditangani di Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Lampung.

“Saya belum tahu soal itu. Nanti coba saya cek dulu ya,” kata Pandra, Rabu (15/5/2019).

Baca Juga: Mengintip Sepak Terjang PT Subanus Sebelum di OTT KPK, Garap Proyek Flyover di Bandar Lampung

Sementara Direktur Kriminal Khusus Polda Lampung Kombes Subakti saat dihubungi melalui ponselnya meskipun aktif tidak dijawab.

Begitu mendominasinya PT Subanus menggarap proyek infrastruktur di Kabupaten Mesuji, tidak terlepas dari kedekatan Kardinal selaku pengawas lapangan PT Jasa Promix Nusantara dan CV Sesilia Putri yang merupakan anak perusahaan PT Subanus dengan Bupati Mesuji nonaktif Khamami. Kardinal telah mengenal Khamami sejak tahun 2003.

Informasi kedekatan Khamami dengan Kardinal ini diungkapkan JPU KPK Subari Kurniawan saat persidangan dalam perkara suap fee proyek infrastruktur di Mesuji. Menurut Subari, sejak tahun 2003, Kardinal telah mengenal Khamami sejak menjadi pengurus Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK).

Karena kedekatannya tersebut, selanjutnya pemilik PT Subanus Sibron Aziz memberi tugas kepada Kardinal untuk mengupayakan agar PT Subanus bisa mendapatkan proyek di Dinas PU-PR Kabupaten Mesuji.

Dan akhirnya sejak tahun 2015, PT Subanus rutin mendapat pekerjaan proyek di Dinas PU-PR Kabupaten Mesuji. (Oscar/Erik)

Facebook Comments