Beranda Olahraga

Novan dan Alfiano, Kakak Beradik Asal Metro Peraih Juara Tinju se-Sumbagsel

50
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Novan dan Alfiano, kakak beradik asal Metro peraih juara tinju se-Sumbagsel beberapa waktu lalu. Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Usaha tak pernah mengkhianati hasil. Mungkin pepatah itu tepat disematkan kepada dua anak siswa SD asal Kota Metro, M Novan Apriansyah dan M Alfiano Setiawan. Keduanya adalah kakak beradik kandung yang berhasil meraih juara pada Kejuaraan Tinju se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) di Kalianda, beberapa waktu lalu.

Novan kini duduk di bangku kelas 5 SD di SDN 1 Metro Timur, sementara adiknya si bungsu Alfiano masih di kelas 2 SD. Namun siapa sangka, di usia yang masih begitu belia, keduanya meraih prestasi yang sangat membanggakan. Novan meraih medali Emas, sementara adiknya meraih Perak.

Yang unik, saat kejuaraan itu berlangsung, keduanya harus saling ‘baku hantam’ di partai final kelas 24 Kg Mini Junior. Karena sejak laga penyisihan, keduanya terus meraih kemenangan dan melaju ke babak semifinal hingga akhirnya bertemu di laga puncak. Si kakak yang memang lebih kuat secara fisik dan teknik, keluar sebagai juara dan mendapat Piala Petinju Harapan.

Hal ini diceritakan oleh ayah dari kedua petinju muda itu, Sulistiowanto yang sekaligus pelatih Alfiano dan Novan. Sulistiowanto adalah mantan petinju asal Lampung, yang ingin meneruskan cita-citanya kepada anak-anaknya.

“Waktu Kejuaraan Tinju se-Sumbagsel itu memang kakak sama adiknya ketemu di final. Karena dari awal keduanya sama-sama menang terus, ya mau diapain lagi,” kata Sulis dengan nada bercanda, Kamis (16/5/2019).

Novan dan Alfiano, kakak beradik asal Metro peraih juara tinju se-Sumbagsel beberapa waktu lalu. Foto: Ist/Kupastuntas.co

Namun Sulistiowanto mengaku tidak khawatir meskipun kakak beradik kandung adu pukul di atas ring, karena memang anak-anaknya sudah dilatih secara fisik dan mental. Setiap sore hari, ia tak pernah absen menggembleng anak-anaknya. Bahkan keduanya sudah sering diadu kemampuan.

“Untuk latihan ringan itu setiap sore, tapi yang latihan berat bisa 3 kali seminggu. Jadi kita sesuaikan juga dengan asupan gizinya. Kalau misalnya asupannya nggak sesuai kan takutnya malah kecapean,” jelas Cuplis, panggilan akrabnya.

Tak hanya di Kejuaraan Tinju Sumbagsel, Novan juga sudah pernah meraih Medali Emas pada Kejuaraan Tinju Lampung yang diadakan di Way Halim, tahun 2018 lalu. Novan juga meraih Piala Petinju Harapan di ajang tersebut.

Terkait pola latihan dan trik tinju yang diajarkan, Cuplis mengaku hingga kini masih fokus pada penguatan fisik dan mental anak-anaknya. Menurutnya, di usia dini, petinju masih diutamakan membina fisik. Karena menurutnya, teknik yang dimiliki si anak akan berkembang mengikuti kemampuan fisik.

“Saya terus tekanin di fisik. Yang jelas kalau kita lihat fisik bagus, teknik bakal menyusul, keluar dengan sendirinya kalau dia ada bakat. Tapi kalau fisiknya nggak kuat, teknis bagus juga nggak ada gunanya. Makanya saya sering nyuruh mereka lari,” kata dia.

Kini, Cuplis mulai menyiapkan diri untuk mengikuti event-event tinju selanjutnya. Rencananya, sehabis Lebaran, ia dan anak-anaknya akan kembali berlaga di Kejuaraan Tinju Kemenpora. (Tampan)

Facebook Comments