• Rabu, 11 Desember 2019

Antisipasi Kelangkaan, PT Pertamina Tambah Pasokan LPG 3 Kg Jelang Lebaran Idul Fitri 2019

Senin, 20 Mei 2019 - 08.25 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

 

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Guna mengantisipasi lonjakan permintaan LPG 3 kilogram (Kg) dan mencegah terjadi kelangkaan menjelang hari raya Idul Fitri 1440 Hijriah, PT Pertamina menambah pasokan gas subsidi tersebut sebanyak 534.333 tabung.

Pjs Region Manager Communication dan CSR PT Pertamina Sumbagsel Taufikurachman menjelaskan, pihaknya memprediksi penggunaan LPG 3 Kg atau yang sering disebut gas melon selama lebaran akan meningkat sekitar 8 sampai 10 persen.

Meski adanya kenaikan penggunaan LPG, pihaknya memastikan dengan stok reguler saat ini sebanyak 14.669 metrik ton (MT) dan extra tambahan fakultatif sebanyak 1.603 MT tidak akan terjadi kelangkaan LPG 3 Kg.

"Untuk tahun ini kita sudah menyiapkan tambahan pasokan LPG 3 Kg sebanyak 13 persen. Kita memastikan tidak ada kelangkaan tabung gas saat lebaran, karena itu sudah merupakan pekerjaan rutin tiap tahun. Itu sudah merupakan tanggung jawab Pertamina untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat terkait kebutuhan LPG," ujar Taufik kepada Kupastuntas.co, Minggu (19/5).

Taufik pun meminta masyarakat untuk tidak khawatir dengan harga LPG 3 Kg di tingkat eceran, seiring dengan naiknya permintaan maupun keberadaan oknum pedagang yang diduga menimbun stok LPG. Sebab, kata dia, hal itu tak akan terjadi.

"Untuk mencegah agen nakal yang melakukan penimbunan LPG, Pertamina akan melakukan drop ke pasar. Apalagi kondisi Idul Fitri seperti ini, kita luberin di pasar, jadi nggak ada kelangkaan atau harganya naik," terangnya.

Ia juga mengimbau, bagi masyarakat yang kondisi ekonominya menengah keatas, agar bisa beralih menggunakan LPG nonsubsidi. Karena keberadaan LPG 3 Kg hanya diperuntukkan bagi keluarga kurang mampu.

"Masyarakat yang mampu diharapkan bisa move on dari pemakaian LPG 3 Kg ke tabung nonsubsidi 12 Kg atau bright gas. Kita ingin tabung LPG 3 Kg betul-betul tepat sasaran," katanya.

Sementara untuk melakukan pengawasan pada rumah makan dan restoran yang menggunakan LPG 3 Kg, pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perdagangan untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) sembari memberikan edukasi kepada pelaku usaha. (Erik)

  • Editor : Mita Wijayanti