Beranda Bandar Lampung

Dugaan Pungli-Peredaran Narkoba di Lapas Way Kanan, Kemenkumham Lampung Tutupi Hasil Investigasi

62
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Lampung menolak membeberkan hasil investigasi, terkait dugaan adanya pungutan liar (Pungli) dan peredaran narkoba di Lapas Klas IIB Way Kanan.

Kemenkumham Lampung hanya berjanji kedepan akan memperketat pengawasan di setiap lapas di Lampung, khususnya di Lapas Klas IIB Way Kanan.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Lampung Edi Kurniadi mengatakan, pihaknya telah melakukan investigasi terkait adanya dugaan pungli dan peredaran narkoab di Lapas Klas IIB Way Kanan.

Namun, ia tidak bisa membeberkan hasil investigasi kepada publik, dengan alasan itu menjadi kebijakan kepala Kanwil Kemenkumham Lampung.

“Sudah selesai, tetapi hasilnya tidak mungkin untuk dikonsumsi khalayak ramai. Tapi jika memang dari investigasi tersebut memang ada petugas lapas yang melakukan pelanggaran, maka akan kami tindak secara hukum,” kata Edi kepada Kupas Tuntas, Rabu (22/05/2019).

Ia mengakui, dalam setiap penelusuran terkadang ada yang benar dan ada yang tidak semuanya benar. Namun, lanjut dia, setiap laporan dari masyarakat akan ditindaklanjuti bersama dengan timnya.

“Persoalan benar atau tidaknya pungli itu ada kriterianya. Setiap ada kejadian kita jadikan pelajaran untuk bahan evaluasi, baik pelayanan, warga binaan, dan bagaimana meningkatkan keamanan dan ketertiban di setiap lapas. Karena berbagai macam pelayanan ada di sana semua,” jelasnya.

Kedepan, ia berjanji akan terus mengevaluasi baik dari sarana prasarana, sumberdaya manusia, dan fasilitas lain yang ada di dalam lapas.

Diketahui, dugaan permainan di dalam Lapas Klas IIB Way Kanan diungkapkan seorang nara pidana (Napi) berinial AN alias AW (40). Napi asal Dusun Talang Karet, Kampung Lembasung, Kecamatan Blambangan Umpu, Way Kanan ini. Ia secara gamblang membeberkan praktik pungli hingga peredaran narkoba di dalam lapas.

Napi AN menjadi salah satu penghuni lapas yang menjadi korban pungli dari oknum sipir setempat bernama HRD. AN diwajibkan memberikan uang sebesar Rp10 juta oleh oknum sipir berinisial HRD untuk bisa menjadi Pemuka Blok (PK) di Lapas Klas IIB Way Kanan.

Karena tergiur dengan janji HRD, AN pun menyetujui diangkat menjadi PK dan memberikan uang Rp10 juta. Akhirnya, AN pun menjadi Pemuka Blok yang didalamnya terdapat 25 kamar.

Selain praktik pungli, pemakaian narkoba di dalam Lapas Klas IIB Way Kanan juga menjadi sorotan. Sejumlah napi kasus narkoba diduga masih bermain dengan barang haram itu di dalam lapas baik sebagai pemakai maupun yang penjual.

Adanya penggunaan narkoba di dalam Lapas Klas IIB Way Kanan juga diungkapkan AN alias AW (40). Ia mengatakan sejumlah napi masih mengkonsumsi narkoba saat dalam lapas.

AN mengungkapkan, dirinya bersama sejumlah napi pernah mengkonsumsi narkoba jenis sabu didalam lapas. Saat itulah, aksi tersebut dipergoki petugas lapas. Setelah dimintai keterangan, akhirnya kasus itu pun diselesaikan secara damai.

Syaratnya, AN harus membayar Rp10 juta apabila kasusnya tidak ingin diproses. AN mengaku tidak punya keberanian untuk menentang permintaan HRD. Sebenarnya, ia sempat keberatan hanya karena konsumsi sabu sedikit harus dimintai uang hingga sebesar Rp10 juta. (Erik/Sandi)  

Facebook Comments