Beranda Daerah Lampung Pesawaran

Gunakan Sistem Zonasi, PPDB di Pesawaran Tak Pakai Tes

177
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kepala Seksi (Kasi) SD dan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran Suhairi saat ditemui Kupas Tuntas, kamis (23/5). (foto Reza)

Kupastuntas.co, Pesawaran – Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran mengimbau sekolah agar tak menempatkan muridnya untuk belajar di luar ruang kelas. Hal ini diungkapkan oleh Kasi SD dan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran Suhairi mendampingi Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pesawaran Fauzan Suaidi saat ditemui di kantornya, Kamis (23/5/2019).

“Ya kita sudah minta kepada pihak sekolah untuk menempatkan para siswanya belajar seperti di Perpustakaan atau ruang kantor guru yang bukan tempat seharusnya lagi, dan tidak ada lagi sekolah yang menggunakan sistem shift pagi atau siang, tapi kalau yang sudah berjalan seperti itu tidak apa-apa, namun sekarang tidak boleh lagi,” ungkapnya.

Menurutnya, saat ini sudah ditetapkan jumlah siswa dalam satu Rombongan Belajar (Rombel). “Dalam satu rombel atau kelas itu ada batasan jumlah siswanya, seperti satu Rombel SD itu maksimal harus diisi 28 murid sedangkan SMP itu 32 murid, jadi tidak boleh lebih dari itu,” ujarnya.

Hal itu, kata dia, untuk memaksimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah. “Kalau satu Rombel diisi lebih dari yang ditetapkan, KBM itu bisa tidak maksimal, karena over kapasitas,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya akan kembali menerapkan sistem zonasi dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). “PPDB kita sekarang kita gunakan lagi sistem zonasi, dan itu kita berlakukan juga untuk sekolah swasta, jadi jika ada sekolah yang banyak pendaftar (siswa) akan disesuaikan dengan ruang kelasnya, kalau sudah penuh akan dialihkan sekolah negeri lainnya yang ada di sekitar daerah itu, namun kalau masih penuh juga bisa mendaftar ke sekolah swasta,” tukasnya.

Ditambahkannya, itu semua dilakukan untuk pemerataan siswa pada tiap sekolah. “Sekarang kan memang sudah tidak ada tes, mau masuk sekolah itu berdasarkan zonasi, dan tidak boleh lagi ada istilahnya sekolah favorit atau unggulan, tapi memang kembali lagi kepada masing-masing masyarakat untuk menentukan di mana anaknya akan bersekolah,” tambahnya.

Ia pun mengaku sudah mensosialisasikan tersebut kepada para Koordinator Kecamatan (Korcam) Pendidikan di Kabupaten Pesawaran. “Ini sudah kita sampaikan kepada pihak sekolah melalui Korcam maupun kepala sekolah agar bisa diimplementasikan dengan baik,” akunya. (Reza)

Facebook Comments