Beranda Daerah Lampung Lampung Timur

Hutan Register 38 Rusak, Petani Merintih Panen Padi Tidak Maksimal

184
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kondisi sungai Way Curup yang ada di Kecamatan Matarambaru, yang mengalami pendangkalan. (Foto: Agus Susanto/Kupastuntas.co)

Kupastuntas.co, Lampung Timur – Danau Kemuning yang ada di Desa Sribhawono, Kecamatan Bandarsribhawono,Lampung Timur, menjadi penopang untuk 4 ribu hektare lebih daerah sekitarnya. Namun kelestarian sumber danau kemuning juga tergantung dengan kondisi hutan register 38 Gunung Balak.

Data yang didapat dari Unit Pengelolaan Teknis Dinas (UPTD)  Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Register 38, kerusakan hutan yang lebih dari 90 persen berdampak pada tekanan air danau Kemuning yang mengairi ribuan hektare sawah.

Kepala UPTD Pengairan Way Curup, Kecamatan Matarambaru, Suratman saat ditemui, Kamis (23/5/2019) mengatakan dampak dari rusaknya hutan Gunung Balak, berimbas pada tekanan air saat cuaca berubah. Artinya pada saat musim hujan cepat terjadi banjir namun air tidak terserap. Sedangkan saat musim kemarau kondisi sungai Way Curup mudah mengering. Dampak tersebut langsung dirasakan oleh petani.

“Tentu yang utama rusak serapan air hujan sudah tidak maksimal, dan saat musim kemarau tidak lagi ada pohon yang berfungsi sebagai penyerap air,” kata Suratman.

Data baku luasan sawah yang tergantung pada danau kemuning adalah seluas 4.700 hektare, sedangkan data formalnya 3.629 hektare. Dalam satu musim petani bisa melakukan garapan sebanyak dua kali tanam, namun saat musim gadu yang sering menjadi persoalan keberadaan air yang kurang merata.

Selain persoalan debit air. Pendangkalan jalan sungai Way Curup juga menjadi rintihan petani. Sungai yang mengalami pendangkalan sepanjang 20 kilo meter yang terbagi di empat desa yaitu, Srigading, Kebundamar, Karanganyar dan Mandalasari.

Dampak dari pendangkalan, yaitu saat musim hujan air cepat naik ke permukaan sungai dan membanjiri ribuan sawah yang ada di empat desa tersebut. Namun jika pemerintah melakukan pengerukan air akan mengalir lancar hingga ke muara (laut Kuala penet).

“Pengerukan sungai juga menjadi harapan petani untuk meningkatkan produksi padi,” kata Suratman. (Gus)

Facebook Comments