Beranda Bandar Lampung

Beredar Surat Camat Minta THR, Wali Kota Bandarlampung Naik Pitam

364
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Foto: Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Herman H.N, geram dengan beredarnya surat penggalangan dana Tunjangan Hari Raya (THR) dari pihak Kecamatan Kedamaian kepada sejumlah lokasi usaha.

Ia pun segera memanggil Camat Kedamaian dan seluruh camat yang ada di Bandar Lampung. “Semua (Camat) akan saya panggil. Nggak ada itu minta-minta (THR ke pelaku usaha). Mau itu Lurah, Camat, siapapun itu, nggak ada. Kita lebaran apa adanya saja, jangan macam-macam,”tegas Herman usai membagikan beras gratis bersama Baznas, Kamis (23/5/2019).

Dikatakan Herman, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) kecamatan maupun kelurahan dilarang minta-minta THR. “Nggak boleh (minta-minta THR). Dilarang. Pokoknya nggak boleh minta-minta. Saya akan panggil camatnya,” tegasnya lagi.

Seperti diketahui, telah beredar surat edaran dengan Kop Pemkot Bandar Lampung di Kecamatan Kedamaian, perihal bantuan THR Idul Fitri 1440 H.

Dalihnya, bantuan akan diberikan untuk tenaga kebersihan dan tenaga kerja sukarela yang ditujukan kepada pemilik usaha di Kecamatan Kedamaian.

Penggalan isi surat tersebut berisi: “Sehubungan dengan semakin dekatnya Hari Raya Idul Fitri 1440 H, 5 Juni 2019, maka dengan itu memohon bapak ibu untuk dapat membantu berupa dana hari raya atau bingkisan kepada tenaga kebersihan dan tenaga kerja sukarela kecamatan berjumlah 75 orang”.

“Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi nomor telpon Desmuni Eka Putra (081369354xxx) Rozali Basyrie (08536837xxxx) yang ditandatangini oleh Desmuni Eka Putra sebagai koordinator lengkap dengan cap basah Kecamatan Kedamaian.

Namun surat edaran tersebut dibantah Camat Kedamaian, Anthoni Irawan. Menurut Anthoni, Kecamatan Kedamaian sebatas dicatut oleh oknum yang tidak bertanggung jawab perihal surat yang mengatasnamakan kecamatannya.

“Itu (surat) bukan kita yang buat, tapi ada pihak-pihak tidak bertanggung jawab, hal serupa seperti ini bukan kali ini saja. Nama saya sebagai camat Kedamaian juga pernah dicatut beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Saat itu namanya pernah di catut untuk pembiayaan pengecatan taman berornamen Lampung di seputaran Jalan Antasari. “Nama-nama yang ada di surat itu memang benar merupakan pegawai di Kecamatan Kedamaian,” jelasnya.

Anthoni pun mengaku telah memanggil dua nama yang tertera di surat edaran tersebut. “Sudah kami konfirmasi dan sudah saya panggil, yang bersangkutan mengaku tidak pernah membuat surat tersebut,” kata dia.

Ia pun meminta kepada pihak-pihak yang merasa keberatan atau resah terkait surat edaran tersebut, untuk datang ke kantor Kecamatan Kedamaian. “Bisa lapor ke kita, biar kita bisa duduk bersama, tapi kita pastikan Kecamatan Kedamaian tidak pernah mengeluarkan surat edaran seperti itu,” tegasnya.

Desmuni Eka Putra, kata Anthoni, merupakan ASN di Kecamatan Kedamaian dengan jabatan Kasubag Keuangan, sedangkan Rozali Basyrie adalah tenaga honorer di Kecamatan Kedamaian.

Lalu, salah satu nama yang ada di surat, Rozali Basyrie, mengaku dirinya tidak pernah datang ke ruko-ruko untuk mengantarkan surat tersebut. Dirinya juga mengaku tidak tahu menahu surat tersebut. “Itu bukan saya,” ujarnya di Kantor Kecamatan Kedamaian.

Hanya saja baik pihak kecamatan atau individu yang namanya tercatut tidak berniat melapor ke kepolisian. Dengan dalih tidak mengetahui siapa oknum pembuat surat. (Wanda)

 

Facebook Comments