Beranda Bandar Lampung

Tak Puas dengan Sikap Pemerintah Terkait Aksi 22 Mei, Aliansi Darurat Demokrasi Gruduk Kantor Gubernur Lampung

152
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ratusan massa dari Aliansi Darurat Demokrasi sambangi depan kantor Gubernur Lampung Jumat (24/05/2019). Foto: Erik

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Ratusan massa dari Aliansi Darurat Demokrasi sambangi depan kantor Gubernur Lampung, Jumat (24/05/2019). Hal tersebut dilakukan atas tidak puasnya dengan sikap pemerintah pusat terhadap aksi 22 Mei 2019.

Jendral Aliansi Darurat Demokrasi Fajar Agung Pengestu mengatakan, yang mendasari pelaksanaan aksi itu yakni terkait adanya korban jiwa dalam aksi 22 Mei tersebut. Di mana penembakan yang menyebabkan hilangnya nyawa manusia dianggap merupakan tindakan yang mencoreng Hak Asasi Manusia (HAM).

“Ini tentang rakyat Indonesia yang hari ini dibunuh karena menyampaikan hak-haknya. Di dalam HAM itu tentunya ada hak untuk hidup. Hari ini kami datang ke rumah orang nomor satu di Lampung dengan harapan bisa meneruskan aspirasi ke pusat,” tandas Fajar.

Pihaknya meminta, seharusnya Pemprov Lampung bisa mengambil sikap menampung aspirasi dan menyampaikan ke pemerintah pusat. “Ini bentuk kekecewaan kami terhadap negara atas matinya rakyat Indonesia. Kami akan tetap konsisten karena demokrasi harus berjalan dengan baik. Kami tau pak Ridho mau habis jabatannya. Tapi jangan sampai pak gubernur juga habis rasa kemanusiaannya,” tambah Fajar.

Pada kesempatan tersebut dia juga menilai tidak ada satupun pembenaran dalam menghilangkan nyawa seseorang. “Seperti apapun tidak ada namanya pembenaran dalam pembunuhan. Tidak bisa langsung main tembak dan main timah panas. Ini negara hukum seharusnya bisa diselesaikan secara hukum terlebih dahulu. Harus dibuktikan secara hukum, ini negara demokrasi,” pungkasnya.

Jika aspirasinya ini tidak disikapi dengan Pemprov, pihaknya menegaskan akan menggelar aksi yang lebih besar. “Kita juga akan melakukan konsolidasi dengan aliansi BEM se-Indonesia untuk sikap kami ke depannya. Kami juga akan buat gerakan yang lebih besar,” katanya.

Hingga saat ini, para massa aksi masih menantikan orang nomor satu di Lampung itu untuk bisa beraudiensi dan menyepakati tuntutan mereka.

“Kita tegaskan hari ini kita hadir ingin beraudiensi orang nomor satu di Lampung. Bukan dengan asisten satu, dua dan bukan dengan siapapun. Maka kami akan menunggu beliau sampai bisa betertemu langsung dengan kami,” terangnya.

Sementara itu menanggapi tuntutan massa aksi, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemprov Lampung, Irwan Sihar Marpaung mengungkapkan, dirinya hanya bisa menampung aspirasi dan menyampaikannya dengan Gubernur Lampung.

Irwan juga mempersilahkan pendemo menunggu sampai bisa bertemu dengan Gubernur Lampung. “Aspirasi dari mahasiswa ini akan kami sampaikan kepada pimpinan. Karena saat ini Gubernur sedang tidak ada di kantor,” katanya. (Erik)

Facebook Comments