Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Jalur Lintas Barat Tanggamus Mulai Sambut Pemudik

64
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tanggamus – Arus lalu lintas kendaraan di jalur lintas barat (Jalinbar) Kabupaten Tanggamus mulai diramaikan oleh kendaraan-kendaraan para pemudik, seperti terpantau, Minggu (26/5/2019).

Peningkatan volume arus kendaraan di jalur lintas barat (Jalinbar) menghubungkan Kabupaten Tanggamus-Lampung Barat-Bengkulu pada Minggu (26/5/2919) ini terjadi sejak Sabtu malam (24/5/2019). Kendaraan pemudik itu umumnya kendaraan pribadi, travel, bus antar kota dalam provinsi (AKDP), truk dan sepeda motor.

Dibandingkan arus mudik lebaran tahun lalu, sepeda motor yang melintasi Jalinbar tahun ini relatif jauh lebih sedikit. Dan diperkirakan akan meningkat menjelang libur perkantoran pemerintah, Kamis (30/5/2019) nanti.

Pantauan Kupastuntas.co, secara umum, arus lalu lintas di jalur lintas barat (Jalinbar) dari sejumlah kota besar seperti Jakarta, Banten, Bandung dan sebagainya menuju arah barat seperti Tanggamus, Lampung Barat dan Bengkulu, masih relatif normal.

Volume kendaraan sepanjang Sabtu malam tercatat dua puluh unit per menit, dengan laju kecepatan kendaraan 60-70 kilometer per jam. Sebaliknya, sejumlah bus AKDP dalam keadaan kosong dari Lampung Barat dan Tanggamus menuju Bandar Lampung.

Kupastuntas.co juga mencatat beberapa tempat yang dinilai rawan kriminal. Di jalur lintas barat sendiri daerah yang dianggap rawan adalah sepanjang jalur Kecamatan Wonosobo-Bandar Negeri Semoung-Semaka hingga perbatasan Lampung Barat.

Di daerah itu sering terjadi pencurian dengan pemberatan (curat), pembegalan dan penodongan serta pencurian kendaraan bermotor. “Daerah barat Tanggamus, mulai Wonosobo, Bandar Negeri Semoung, Semaka dan perbatasan Pesisir Barat, rawan kejahatan. Mudah-mudahan polisi memberikan rasa aman dititik-titik rawan tersebut,” kata Wawan, salah seorang warga Kecamatan Semaka. (Sayuti)

Facebook Comments