Beranda Bandar Lampung

Ada 119 Perlintasan Sebidang Liar di Lampung, Masyarakat Diminta Patuhi Rambu-rambu Lalu Lintas

19
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/2-17.jpg
Perlintasan kereta api tak resmi. Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung -Jelang arus mudik Lebaran, masih terdapat 119 perlintasan sebidang di Lampung dengan status liar atau tidak resmi. PT Kereta Api Indonesia (KAI) meminta seluruh masyarakat pengguna jalan selalu mematuhi rambu-rambu di pelintasan sebidang. Sebab kecelakaan di pelintasan sebidang masih kerap terjadi.

Kepala Divre IV PT KAI Tanjungkarang Sulthon Hasanudin mengatakan, menjelang arus mudik Lebaran banyak warga luar Lampung yang akan melintas, dan tidak tahu kondisi perlintasan di Lampung.

“Lebaran ini pasti banyak masyarakat datang ke Bandar Lampung dan tidak tahu keadaan disini, jadi waktu melintas di perlintasan sebidang harus hati-hati,” kata Sulthon Hasanudin usai upacara persiapan pengamanan arus mudik bersama TNI Polri di halaman Stasiun Tanjung Karang, Minggu (26/5).

Dikatakannya, jumlah kecelakaan di pelintasan sebidang terus meningkat. Pada 2016 terjadi 18 kecelakaan, 2017 tercatat 44 kecelakaan, dan 2018 ada 44 kecelakaan. Untuk mengantisipasi keselamatan di perlintasan sebidang resmi, PT KAI menyiapkan Penjaga Jalan Lintas (PJL) sebanyak 28 personil ditambah 54 petugas PJL ekstra.

“Meskipun jumlah PJL ditingkatkan, masih banyaknya perlintasan sebidang liar yaitu 119 titik. Maka PT KAI dengan tegas mengimbau seluruh masyarakat pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu-rambu di pelintasan sebidang. Sesuai undang-undang, perjalanan KA mendapat prioritas di jalur yang bersinggungan dengan jalan raya,” tegasnya.

Terkait pengamanan arus mudik Lebaran, Sulthon mengatakan pihaknya mengerahkan seluruh personel dibantu personel dari TNI Polri. Selama angkutan Lebaran 2019, PT KAI Divre IV menyiapkan 307 personel keamanan yang terdiri dari 43 personel Polsuska, 264 personel security, dan bantuan eksternal (BKO) dari TNI/Polri sebanyak 80 personel.

Personel keamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, maupun secara mobile melakukan patroli di jalur KA yang rawan gangguan, seperti rawan pencurian, rawan pelemparan kereta api, dan obyek-obyek penting lainnya seperti dipo lokomotif dan kereta.

“Selama masa angkutan lebaran tersebut, seluruh pegawai KAI Divre IV berjumlah 1.300 orang akan dimaksimalkan untuk membantu kelancaran pelayanan. Bahkan pegawai kita yang biasanya kerja di kantor kita kerahkan semua di lintas untuk melayani para penumpang,” jelasnya.

Kemudian dari aspek prasarana, terdapat beberapa titik daerah rawan bencana alam, diantaranya empat daerah rawan longsor, satu daerah rawan banjir, dan delapan daerah rawan amblas. Untuk mengatasi kalau terjadi bencana alam tersebut maka telah disiapkan Alat Material Untuk Siaga (AMUS) antara lain berupa batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi H Beam (untuk jembatan), alat penambat rel di titik-titik yang telah ditentukan.

“Sedangkan untuk mengamankan jalur KA telah disiapkan Petugas Penilik Jalan sebanyak 98 personil ditambah PPJ Ekstra sebanyak 44 personil. Kita siap 24 jam dalam sehari,” tutup Sulthon.

Adapun, puncak arus mudik diperkirakan jatuh pada hari Jumat, tanggal 31 Mei 2019 (H-5) sedangkan puncak arus balik diperkirakan hari Minggu, tanggal 9 Juni 2019 (H+3). PT KAI sendiri telah menetapkan masa angkutan Lebaran 2019 selama 22 hari, yakni mulai tanggal 26 Mei 2019 (H-10) s.d. 16 Juni 2019 (H+10).

Ombudsman Turunkan Tim

Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung akan menurunkan tim untuk mengecek pelayanan masyarakat selama arus mudik Lebaran tahun 2019. Hal tersebut dilakukan guna memastikan proses pelayanan masyarakat tetap berjalan secara optimal.

Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rakhman Yusuf mengatakan, selain melakukan pengawasan pada tempat pelayanan mudik seperti terminal dan pelabuhan Bakauheni, pihaknya akan lebih fokus mengawasi pelayanan fasilitas transportasi terbaru di Lampung, yakni Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Menurut Nur, mulai beroperasinya jalan tol di Lampung menjadi daya tarik tersendiri bagi para pemudik. Sehingga pengawasan terkait pelayanannya perlu dilakukan dengan baik.

“Pelayanan jalan tol akan menjadi perhatian lebih bagi kami. Karena kemarin sempat berdialog dengan Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT). Kita ingatkan jangan sampai karena ini merupakan fasilitas baru dan orang kepingin mencoba, malah kemudian di titik-titik tertentu terutama pada pintu tol itu terjadi kemacetan, itu yang perlu diantisipasi,” ujar Nur, Minggu (26/5).

“Karena pengalaman kita uji coba saja pintu tol Gunung Sugih dan Kota Baru itu macet luar biasa, itu yang kemarin sudah kita ingatkan untuk kemudian jadi perhatian BPJT,” imbuhnya.

Dikatakannya, dari hasil sidak Ombudsman tahun lalu untuk pelayanan masyarakat selama arus mudik Lebaran sudah relatif cukup baik, karena kesiapannya memang sudah rutin dilakukan. Namun begitu ia berharap para instansi terkait tidak terlena dengan capaian yang lalu, apa lagi kini ada failitas baru dalam dunia transportasi di Lampung.

 Nur Rakhman juga mengimbau masyarakat jika mengalami pelayanan yang tidak memuaskan pada arus mudik, agar kiranya terlebih dahulu untuk bisa mengkomplain pada instansi yang bersangkutan melalui call center.

“Namun jika masyarakat merasa masih kurang puas dari pengaduan ke call center pelayanan atau tidak mendapatkan yang diharapkan, baru bisa melapor ke kami. Jadi tidak serta merta harus melapor ke kita karena syarat melapor ke Ombudsman itu dia harus sudah melapor dulu ke instansi yang bersangkutan dan tak mendapat solusi yang baik,” jelasnya. (Tampan/Erik)

Facebook Comments