Beranda Daerah Lampung Pesawaran

Dendi Tak Ingin Bongkar Pasang SK Honorer 

787
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Pesawaran – Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona dengan tegas tidak menginginkan adanya bongkar pasang Surat Keputusan (SK) tenaga honorer.

Hal ini diungkapkannya saat menghadiri pembinaan tenaga honorer Pemkab Pesawaran, di GSG Kabupaten Pesawaran, Selasa (28/5/2019).

“Saya paling tidak menyarankan dengan adanya bongkar pasang SK tenaga honorer, karena hal itu bisa menjadi isu yang tidak baik,” ungkapnya.

Menurutnya, pihaknya juga akan melakukan verifikasi terhadap tenaga honorer dilingkungan Pemkab Pesawaran. “Saya sudah minta stakeholder terkait untuk melakukan verifikasi, dimana verifikasi itu akan menyesuaikan jobdesk tenaga honorer sesuai dengan kompetensinya, misal tenaga kesehatan ditempatkan di Dinas Pertanian itu tentunya tidak sesuai dan bisa mempengaruhi kinerja,” ujarnya.

Ditambahkannya, tenaga honorer juga diminta untuk bisa lebih mencintai pekerjaannya. “Kepada teman-teman tenaga kontrak kita harus merasa bangga bisa mengabdi di Pemkab Pesawaran, dengan begitu kita bekerja bisa lebih enjoy sehingga mempengaruhi produktivitas kinerja,” tambahnya.

Ia pun mengaku, akan terus berupaya dalam memberikan kesejahteraan yang lebih baik terhadap para tenaga honorer yang ada di Pemkab Pesawaran.

“Kita selalu mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk kesejahteraan tenaga honorer, namun keterbatasan selalu menjadi kendala, tapi pada tahun ini (2019) kita sudah bisa memberikan THR sebesar satu bulan gaji, memang itu tidak cukup, namun setidaknya bisa sedikit membantu menghadapi lebaran ini,” tandasnya.

Kendati demikian, kata dia, hal itu merupakan stimulan agar para tenaga honorer bisa bekerja lebih baik.

“Kami selalu berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi tenaga honorer, dan sebaliknya para tenaga honorer ini juga harus bisa bekerja lebih maksimal, makanya akan saya coba, setelah libur lebaran ini tidak ada alasan untuk tidak masuk kerja, kecuali tiga hal yaitu sakit keras, dipenjara dan meninggal dunia,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKPSDM) Kabupaten Pesawaran, Sunyoto menuturkan bahwa, pada kegiatan ada ratusan tenaga honorer yang hadir dalam kegiatan tersebut.

“Jumlah tenaga honorer kita itu sebanyak 2.427 orang, tapi yang hadir ini kurang lebih 750 orang sesuai undangan, karena memang ketersediaan tempat menjadi alasan tidak semua kita undang,” tutupnya.(Reza)

Facebook Comments