• Sabtu, 07 Desember 2019

Lampung Siap Jadi Ibu Kota Negara

Rabu, 29 Mei 2019 - 08.14 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Provinsi Lampung sangat siap untuk menjadi ibu kota negara menggantikan DKI Jakarta. Sejumlah tokoh Lampung baik di tingkat lokal maupun nasional terus menggalang dukungan untuk mewujudkan rencana besar ini.

Salah satu tokoh penggagas Provinsi Lampung menjadi ibu kota negara,Ary Meizari Alfian mengatakan momentum perpindahan ibu kota negara menjadi suatu kesempatan untuk mendorong Provinsi Lampung menjadi lebih maju.

Ary Meizari Alfian menjelaskan, pihaknya bersama sejumlah tokoh Lampung lain terus menggagas pembentukan tim untuk merealisasikan dan menjadikan Lampung sebagai ibu kota negara yang baru.

Ia mengakui, saat ini sedang fokus menggalang petisi dari seluruh tokoh yang ada di Provinsi Lampung baik pejabat daerah, walikota dan bupati, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda dan pengusaha, agar bisa ikut mendorong mewujudkan rencana besar tersebut.

Selain itu, ia juga sedang menggalang dukungan dari tokoh-tokoh Lampung yang ada di tingkat nasional, dan berjuang memperoleh dukungan dari tokoh-tokoh lain di pulau Jawa dan Sumatera.

"Yang harus dipahami adalah sekarang ini merupakan momentum kita bersama. Ini tidak akan terjadi lagi pada 200-300 tahun kedepan, maka jangan sampai kita sia-siakan untuk memperjuangkan Lampung sebagai ibu kota negara dan pusat pemerintahan,” kata Ary, Selasa (28/5/2019).

Menurutnya, akan ada manfaat yang sangat luar biasa bagi Provinsi Lampung jika harapan itu bisa terwujud, baik bagi pertumbuhan ekonomi dan juga nama Lampung baik tingkat nasional maupun internasional.

Ary mengungkapkan, sejauh ini respon dari masyarakat cukup besar. Dalam setiap pertemuan yang digelar dengan para tokoh masyarakat, semua menanggapi dengan positif.  Bahkan, pihaknya berencana setelah lebaran akan roadshow ke Jakarta untuk meminta dukungan dari tokoh Lampung yang ada di Jakarta.

"Alhamdulillah semua respons bagus, habis lebaran kita akan adakan pertemuan silaturahmi, sekaligus menyampaikan pernyataan sikap dari seluruh tokoh masyarakat untuk menjadikan Lampung sebagai ibu kota negara," ujarnya.

Ia pun mengaku optimis rencana itu akan membuahkan hasil sesuai dengan harapan semua pihak. Karena lanjut Ari, secara rasional seharusnya Lampung yang terpilih menjadi ibu kota negara. Hal itu bisa dilihat dari segala aspek, dimana Lampung sangat memenuhi baik dari ketersediaan lahan, segi ekonomis, sosial budaya, dan geografis.

Ia juga mengaku, sudah memiliki kajian pembangunan setelah dilakukan perpindahan nanti. “Secara logika Lampung lebih siap dibandingkan daerah lain. Apabila ibu kota berada di Kalimantan, yang harus dipertanyakan adalah sumber daya manusia dan bahan baku pembangunan. Seperti batu dan semen apakah ada, kalau tidak ada  sudah pasti diambil dari luar. Maka biaya yang akan digunakan pasti sangat besar,” ujarnya.

Kemudian pula saat tahapan pemindahan, lanjut dia, seperti ASN yang akan dipindahkan pasti akan membawa keluarga. Lalu anak-anaknya sekolah di mana. “Apabila ibu kota misalnya di Palangkaraya, pasti keluarganya akan ditinggal. Nah kalau ditinggal, bagaimana tidak setiap sebulan sekali pasti akan pulang, siapa yang akan menanggung biaya transportasinya,” ungkap Ary.

“Sangat berbeda apabila ibu kota negara di Lampung, hanya membutuhkan 2 jam untuk pulang. Nah ini yang harus kita diskusikan, dan kalau perlu kita adakan debat publik. Karena jangan sampai karena kepentingan sekelompok orang memaksakan ibu kota pindah di daerah-daerah yang kurang tepat dan fleksibel. Ini yang harus kita perjuangkan bersama dan tidak bisa hanya saya dan kelompok saya saja. Kita juga akan mengajak media untuk bisa membantu dalam pemberitaan perpindahan ibu kota ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi I DPRD Provinsi Lampung Bambang Suryadi menyatakan mendukung rencana menjadikan Provinsi Lampung menjadi ibu kota negara.

Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berjuang untuk mendorong mewujudkan rencana pemindahan itu. Bambang menegaskan, pihaknya sebagai orang daerah ingin lebih memberikan pengabdian dan bantuan untuk mewujudkan hal tersebut.

"Pasti ada reaksi dan  keinginan masyarakat untuk membuat “DKI Lampung”. Yang pasti harus ada kajian akademisi, sehingga bisa menjadi dasar untuk mewujudkan Lampung menjadi ibu kota negara,” ujarnya.

Menurutnya, jika ada kajian di daerah lain untuk menjadi ibu kota negara, mengapa di Provinsi Lampung tidak bisa. “Kalau ada kajian untuk daerah lain, ya mengapa di Lampung tidak. Saya sebagai putera daerah pasti mendukung Lampung untuk jadi DKI," paparnya. (Sule)

  • Editor : Mita Wijayanti