Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang Barat

Lalat Serang Warga Penumangan, Diduga Dampak TPA Sampah Pemkab Tubaba

194
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
TPA sampah di Tiyuh Penumangan Kecamatan Tulangbawang Tengah Kabupaten Tubaba yang diduga menjadi sumber perkembangbiakan lalat. Foto: Lucky

Kupastuntas.co, Tulang Bawang Barat – Ditengah pernak-pernik hiasan dan kue lebaran yang dihidangkan di atas meja sebagaimana tradisi masyarakat Lampung khususnya warga Tiyuh Penumangan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) dalam setiap merayakan hari Raya Idul Fitri. Namun pemandangan itu harus terganggu.

Bagaimana tidak, pada lebaran tahun 2019 ini sebagian masyarakat di Tiyuh Penumangan harus berjibaku dengan kehadiran lalat yang diduga dampak dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah milik Pemerintah Kabupaten Tubaba yang lokasinya tak jauh dari pemukiman tiyuh tua di Kabupaten Tubaba tersebut.

“Ampun kami lalat ini, mungkin populasinya luar biasa makanya kami kewalahan memberantasnya,”kata Manuri, Salah seorang warga Tiyuh Penumangan saat di kediamannya, Sabtu (8/6/2019).

Selain itu Dedi, yang juga warga tiyuh setempat mengeluhkan hal yang sama. warga, kata dia, sudah hampir rata mengeluhkan kondisi membeludaknya serangga kecil berasal dari bernga itu.”Kalau lem lalat itu sudah habis berapa saja setiap hari. Belum lagi cara-cara lain, yang nggak enaknya kalau ada tamu, ratusan bahkan ribuan lalat-lalat ini berterbangan, makanya kue di meja tidak bisa dibuka”, keluhnya.

Sementara, Sapri Yadi, Ketua Pemuda Tiyuh Penumangan menduga adanya TPA yang dekat pemukiman warga itu menjadi faktor penyebab berkembang biaknya serangga suka hinggap pada barang yang busuk dan dapat menyebarkan penyakit itu.”Bisa jadi dampak dari keberadaan TPA, karena di wilayah sekitar sini tidak ada kandang ayam kapasitas besar”, kata dia.

Pihaknya berharap agar pemerintah daerah melalui dinas terkait untuk melakukan investigasi yang kemudian warga diberikan penjelasan terkait penyebabnya maupun cara penanggulangannya. “Kemungkinan dari pihak pengelola TPA ataupun dinas terkait harusnya ada obat pembasmi lalat itu yang diberikan kepada warga”, tukasnya. (Irawan/Lucky)

Facebook Comments