Beranda Internasional

NASA Patok Biaya Akomodasi Stasiun Luar Angkasa untuk Turis Rp499 Juta per Malam

24
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Stasiun luar angkasa internasional yang mengorbit Bumi, ISS. Foto: Kompas.com

Kupastuntas.co, Washington DC – Badan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) sudah mengumumkan rencana membuka Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bagi turis 2020 mendatang. Misi komersial itu bakal berlangsung selama 30 hari dengan calon peserta bakal melakukan aktivitas “komersial dan pemasaran yang sudah disetujui” selama berada di orbit.

Dikutip dari Kompas.com pada Minggu (09/06/2019), Sky News menawarkan Jumat (7/6/2019), estimasi biaya untuk berangkat pulang dan pergi seharga Rp 58 juta dollar AS, atau sekitar Rp 826,9 miliar. Adapun biaya akomodasi per malam dipatok 35.000 dollar AS, atau Rp 499 juta. Jika terdapat cukup permintaan, NASA menyatakan bakal ada dua perjalanan komersial selama setahun.

Calon astronot bakal diberangkatkan ke markas NASA di mana mereka diharuskan untuk memenuhi standar kesehatan ketat yang diterapkan oleh badan antariksa itu. NASA menjelaskan, tawaran penerbangan komersial ke luar angkasa itu merupakan upaya untuk dapat mandiri memenuhi kebutuhan finansial laboratorium penelitian luar angkasa itu.

Astronot Christina Koch yang berbicara daru ISS menyatakan tawaran itu adalah “pengalaman menyenangkan” yang mempunyai nilai unik penelitian, pengembangan, dan teknologi. Stasiun luar angkasa internasional, ISS, bukan properti milik NASA.

Stasiun luar angkasa itu dibangun bersama dengan Rusia mulai 1998 dan negara-negara lain berpartisipasi dalam misi dan pengiriman astronot. Tetapi AS telah membayar dan mengendalikan sebagian besar modul yang membentuk stasiun luar angkasa itu dan saat ini berada di orbit rendah Bumi tersebut.

Meski NASA baru akan memulainya pada 2020 mendatang, wisata ke ISS pernah dilakukan pada 2001 silam. Ketika itu, seorang pengusaha AS Dennis Tito yang membayar sebesar 20 juta dollar (sekitar Rp 280 miliar) kepada Rusia untuk membawanya ke luar angkasa. (red/kompas)

Facebook Comments