• Selasa, 10 Desember 2019

Panjangnya Antrean Kendaraan Menuju Pelabuhan Bakauheni Pada Puncak Arus Balik Lebaran

Minggu, 09 Juni 2019 - 20.48 WIB - 0

Penulis

Kupastuntas

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) menyebut per tanggal 8 hingga 9 Juni 2019 adalah masa dimana puncak arus balik lebaran terjadi. Volume kendaraan meningkat drastis dibanding hari sebelumnya.

Hasil pantauan di udara pada pukul 20.15 WIB, terjadi kemacetan kendaraan baik di Jalur Tol Trans Sumatera dan Jalur Lintas Timur menuju pintu masuk Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Panjangnya antrean ini diperkirakan lebih dari 3 Kilometer.

“Perkiraan tadi malam dan hari ini puncak arus balik. Kita mengalami mengalami kenaikan signifikan pada pemudik menggunakan kendaraan roda empat sebanyak 43 persen dan kendaraan roda dua. Ini berbeda dari tahun lalu,” kata Direktur Utama PT ASDP Ferry Indonesia (Persero) Ira Puspa Dewi, Minggu (9/6/2019).

PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) mencatat volume daripada pemudik yang menggunakan jasa penyebrangan laut dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak. Pada hari Sabtu (8/6) misalnya, total penumpang terdata sebanyak 156.934. Sementara, total kendaraan yang terpantau menggunakan fasilitas penyebrangan laut tercatat sebanyak 34.367.

Ira menjelaskan alasan daripada kenaikan jumlah pemudik yang menggunakan fasilitas penyebrangan laut di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan. Kata dia, ada dua alasan yang paling terlihat.

“Kenapa bisa seperti ini? Karena ada perilaku yang baru dari masyarakat. Ada kegairahan dari pemudik. Mereka lebih memilih jalur darat. Di samping karena harganya yang terjangkau, juga dikarenakan ketersediaan fasilitas Jalur Tol Trans Sumatera dan Jawa,” ucapnya.

Dia mengklaim, PT ASDP sebelumnya telah mengantisipasi peningkatan jumlah pemudik yang menggunakan fasilitas Pelabuhan Bakauheni. Itu dilakukan pihaknya dari Agustus 2018.

“PT ASDP sudah mengantisipasi kenaikan lonjakan pemudik di 2019. Kami belajar dari momen libur natal dan tahun baru kemarin. Per Agustus lalu, kita sudah mulai melakukan sosialisasi ke masyarakat. Kondisi ini saya kira prosesnya evolutif. Pemudik kita pantau cukup tertib. Artinya tidak ada yang aneh-aneh,” katanya. (Ricardo)

  • Editor : Mita Wijayanti