Beranda Bandar Lampung

Tercatat 19 Orang Meninggal dan 84 Orang Luka-luka dalam Arus Mudik Lebaran 2019 di Lampung

57
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Polda Lampung mencatat jumlah korban meninggal selama arus mudik lebaran 2019 sebanyak 19 orang. Sementara jumlah korban luka-luka sebanyak 84 orang terdiri dari 34 luka berat dan 50 luka ringan.

Menurut Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Lampung, Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin, jumlah korban itu yang tercatat berdasarkan data analisa dan evaluasi (Anev) harian Operasi Ketupat Krakatau 2019 sejak 29 Mei hingga 8 Juni 2019 (H+2).

Yamin mengatakan, berdasarkan data tersebut diketahui jumlah lakalantas tahun 2019 meningkat dari tahun sebelumnya (2018).

“Pada tahun 2018 untuk korban meninggal dunia nol, luka berat tiga orang dan luka ringan tiga orang. Sedangkan untuk tahun 2019 ini, korban meninggal dunia sebanyak 19 orang, luka berat 34 orang dan luka ringan 50 orang”, kata Yamin, Minggu (09/06/2019).

Ia melanjutkan, berdasarkan selisih dari tahun sebelumnya, untuk korban meninggal dunia akibat lakalantas mengalami trend kenaikan 100 persen, luka berat 91 persen dan luka ringan 94 persen.

Sedangkan untuk tempat kejadian perkara (TKP), lanjut Yamin, tahun 2019 ini terjadi di 44 titik. Antara lain TKP di Jalintim satu, Jalinteng 21, Jalinbar lima, jalur tol enam dan jalur lain 11 kejadian. “Untuk tahun 2018 hanya tiga TKP yakni di Jalinteng saja”, jelasnya.

Yamin menambahkan, untuk lakalantas berdasarkan korban pemudik dan non pemudik, yakni pemudik pada tahun 2019 sebanyak 17orang dan non pemudik 77 orang.

Sebelumnya, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri mencatat sebanyak 113 orang meninggal dunia selama arus mudik 2019. Selain itu, tercatat 633 orang mengalami luka-luka berat maupun ringan.

Jumlah tersebut merupakan akumulasi dari pelaksanaan Operasi Ketupat yang dimulai pada 29 Mei hingga 7 Juni 2019.

Dalam periode itu, Korlantas mencatat sebanyak 78 orang mengalami luka berat dan 555 orang mengalami luka ringan dalam kecelakaan lalu lintas.

Untuk jumlah kecelakaan, Korlantas mencatat sebanyak 471 kejadian hingga H+1 lebaran. Jumlah tersebut mengalami penurunan sebesar 63 persen dibanding tahun lalu yang tercatat sebanyak 1.288 kejadian kecelakaan.

Sedangkan untuk kerugian materiil akibat kecelakaan tersebut, tercatat sebesar Rp183.450.000. Jumlah itu turun dibandingkan tahun lalu yang tercatat sebesar Rp271.150.000 atau turun sebesar 66 persen.

Ketua Harian Posko Nasional Angkutan Lebaran Terpadu I Nyoman Sukayadnya mengatakan turunnya jumlah kecelakaan selama arus mudik lebaran tahun ini disebabkan karena perubahan perubahan karakter pemudik saat berkendara.

Para pemudik dianggap punya kesadaran keselamatan yang lebih tinggi saat berkendara. “Tidak ada kecelakaan yang signifikan, berarti masyarakat sudah sadar pentingnya keselamatan, tidak ada muatan di atas, juga teman-teman pengguna sepeda motor yang satu sepeda motor sampai empat orang saya lihat tidak ada,” jelas Sukayadnya, Sabtu (08/06/2019).

Sementara itu,Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi mengatakan, dalam arus mudik tahun ini ada kenaikan penggunaan sepeda motor.

Menurutnya, untuk penggunaan sepeda motor ada peningkatan cukup signifikan dibandingkan tahun lalu.

Pada H-7 (29 Mei) terdapat kenaikan 127 persen, dengan rincian tahun 2018 sebanyak 42.556 unit, sementara 2019 terdapat 96.627 unit.

Sementara H-6 (30 Mei) naik 138 persen; pada tahun 2018 sebanyak 34.838 unit dan tahun 2019 sebanyak 83.128 unit. Namun pengguna bus tidak begitu tinggi karena banyak masyarakat yang lebih memilih kendaraan pribadi.

“Memang ada korelasi yang signifikan antara mudik gratis dengan penggunaan bus, karena di luar mudik gratis itu terjadi penurunan (pengguna bus) tapi dengan kendaraan pribadi mengalami peningkatan,” jelasnya.

“Sepeda motor secara umum ada peningkatan yang cukup tinggi dibanding tahun 2018, saya kira karena banyak masyarakat yang sudah menguasai penggunaan motor namun kita harapkan tidak dipakai selama mudik. Tapi walaupun pengguna sepeda motor cukup banyak, tapi angka kecelakaan tidak begitu tinggi,” lanjut Budi.

Menurut Budi, sepeda motor adalah moda transportasi yang paling berbahaya dan rawan kecelakaan. Ia berharap, masyarakat tidak ada lagi yang memaksakan diri naik motor untuk mudik.

Sementara itu untuk jumlah kecelakaan, korban meninggal dunia serta luka-luka selama arus mudik di Provinsi Lampung, belum bisa dibeberkan oleh Polda Lampung.

Dirlantas Polda Lampung Kombes Kemas Ahmad Yamin saat dihubungi mengatakan belum bisa diekspos karena masih menunggu laporan dari seluruh Polres se-Lampung. “Sabar mas, datanya masih dikumpulkan. Nanti kalau sudah lengkap diekspos”, kata dia, kemarin. (Oscar/CNN/Trb)

Facebook Comments