Beranda Daerah Lampung Lampung Barat

Lebaran Telah Usai, Petani Kopi di Lambar Kembali Beraktivitas

120
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Elsif, salah satu petani kopi di Lampung Barat. Foto: Iwan/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Hiruk pikuk Lebaran Idul Fitri 1440 H sempat menghentikan aktivitas petani kopi di Kabupaten Lampung Barat (Lambar), pasalnya semenjak akhir Ramadan petani sudah mulai disibukkan untuk membuat kue persiapan hari Raya Idul Fitri, meski tidak semua melakukan hal tersebut, namun semua aktivitas di kebun para petani secara otomatis terhenti sejenak.

Di kabupaten Lambar pada saat Lebaran Idul Fitri sejak 1 hingga 6 dan 7 Syawal ada yang namanya pesta sekura cakak buah yang merupakan tradisi warisan leluhur yang menjadi kegiatan tahunan dibeberapa kecamatan maupun pekon (desa) yang ada di Bumi Beguai Jejama Sai Betik ini seperti kecamatan Belalau, Balik Bukit, Batu Brak, dan Sukau.

Sekura dalam kebudayaan memiliki arti topeng atau penutup wajah atau merubah penampilan yang menggambarkan berbagai bentuk sifat manusia di muka bumi ini, meski demikian dalam pesta sakura ini penggambarannya adalah suasanya kegembiraan dan kebebasan berkreasi dalam kebersamaan dan berkelompok.

Pesta budaya sekura secara definisi merupakan perayaan atau ungkapan kegembiraan masyarkat secara bersama-sama dengan bertopeng dan merubah penampilan sedemikian rupa yang sifatnya menghibur dengan tujuan utama untuk bersilaturahmi yang berpuncak pada panjat pinang atau yang lebih dikenal di Lambar dengan nama cakak buah oleh sekelompok sakura secara bergotong royong.

Karena itulah petani harus menunda pekerjaan kebun mereka. Salah seorang petani asal Pekon Kota Besi, Kecamatan Batu Brak, Elsif mengatakan bahwa buah kopi miliknya warnanya sudah merah tua, ini menandakan buah sudah kelewat matang sehingga bjinya ada yang sudah berwarna coklat dan kehitaman setelah hampir dua minggu ditinggal pasca bulan Ramadan dan Idul Fitri dan jika tidak segera dipetik buah kopi akan busuk dan rontok.

“Mulai hari ini kita kembali beraktivitas seperti biasa, kembali dengan kesibukan masing-masing. Yang pegawai sudah mulai masuk, yang mudik sudah pada balik, dan kami petani kopi pun melanjutkan panen kopi yang sempat tertunda sekitar dua minggu yang lalu. Bisa kita lihat kondisi buah kopi sudah sangat merah bahkan hampir kelewat matang,” kata Elsif ketika ditanya disela dirinya memetik kopi, Selasa (11/06/2019). (Iwan)

Facebook Comments