Beranda Nasional

Terduga Teroris Tertangkap di Lampung Berafiliasi ke ISIS

108
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi terorisme

Kupastuntas.co, Jakarta – Mabes Polri akhirnya angkat bicara perihal penangkapan AA seorang terduga pelaku teror di Bandar Lampung, yang masih berkaitan dengan peristiwa bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah.

Penjelasan terhadap kegiatan Densus 88 Anti Teror Mabes Polri di Bandar Lampung itu disampaikan Kabag Penum Mabes Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra, Senin (10/06/2019).

Asep Adi Saputra membenarkan bahwa AA diamankan pada Minggu (09/06) di wilayah Bandar Lampung. Statusnya juga sudah ditingkatkan menjadi tersangka. Selain AA, ada juga penangkapan terhadap tersangka berinisial S dari Sukoharjo, Jawa Tengah.

Alasan AA ditangkap karena keikutsertaannya dalam tindakan bom bunuh diri yang dilakukan RA di Jawa Tengah. “Pertama itu penangkapan dilaksanakan di daerah Lampung. Yang diamankan adalah tersangka AA alias Umar umur 30 tahun. Kemudian sebelumnya juga ditangkap di daerah Sukoharjo tersangka S umur 31 tahun,” ujar Asep di Gedung Humas Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (10/06/2019).

Dia mengungkapkan bahwa ketiga terduga teroris terkait peristiwa bom bunuh diri di Pos Polisi Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, merupakan simpatisan ISIS.

Ketiga tersangka disinyalir berbaiat langsung kepada pimpinan ISIS Abu Bakar Al Baghdadi melalui media sosial. “Yang jelas mereka ini sama-sama bersimpati kepada ISIS dengan berbaiat kepada Abu Bakar Al Baghdadi,” ungkap Asep.

Oleh karena itu, kata Asep, ketiga pelaku tidak berafiliasi dengan jaringan teroris manapun di Indonesia. Namun, kemungkinan afiliasi dengan jaringan tertentu masih terus didalami.

Meski tak terkait dengan jaringan manapun, para pelaku dapat terpapar radikalisme melalui dua cara. Cara pertama adalah berbaiat dengan pimpinan kelompok teroris dan belajar dari pemimpinnya, ditambah dengan buku-buku perihal jihad. Kemudian, cara kedua adalah mempelajarinya melalui media sosial.

Menurut Asep, untuk terduga teroris RA, yang melakukan aksi bom bunuh diri, mempelajari cara merakit bom melalui media sosial.

“Sebagai contoh RA sudah mengatakan bahwa dia mempelajari rangkaian bom ini dengan bahan-bahan yang dibutuhkan itu semua melalui YouTube yang dia pelajari, kemudian baiat tadi melalui media sosial,” katanya.

Sebelumnya, ada dua alasan petugas mengamankan AA. Pertama, dia diduga membantu dan mengetahui rencana bom bunuh diri yang dilakukan oleh RA di Jawa Tengah. Kedua, dia diduga ikut membuat bom bersama sama dengan Rafiq dan seorang pria lainnya yang berkaitan dengan rangkaian tindak teror tersebut. Dari penangkapan AA, petugas mengamankan KTP, dua unit HP serta buku-buku. (Ricardo)

Facebook Comments