Beranda Bandar Lampung

Bawaslu Ajukan Anggaran 22 Miliar ke Pemkot Bandar Lampung Untuk Pilwakot 2020

60
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Anggota Bawaslu Bandar Lampung M. Asep Setiawan (baju hijau) saat menyampaikan sambutan dirapat kordinasi peningkatan kapasitas panwascam dan sekretariat di hotel Asoka Luxuri Bandar Lampung, Kamis (13/06/2019). Foto: Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bandar Lampung mulai mengajukan besaran anggaran untuk pengawasan pemilihan walikota dan wakil walikota (Pilwakot) Bandar Lampung yang akan digelar pada pilkada serentak 2020.

Hal ini disampaikan oleh anggota Bawaslu Bandar Lampung M. Asep Setiwan saat ditemui pada rapat koordinasi evaluasi peningkatan kapasitas SDM dan sekretariat dalam rangka penyusunan laporan akhir pemilu tahun 2019 kota Bandar Lampung di hotel Asoka Luxsuri Bandar Lampung, Kamis (13/06/2019).

Asep menerangkan, pihaknya tengah mengajukan anggaran untuk Pilkada 2020 mendatang kepada pemerintah kota Bandar Lampung sebesar 22 miliar rupiah.

“Untuk pengajuan anggaran sebesar Rp22 miliar, tetapi untuk anggaran yang disetujui berapa kita tidak tahu ini baru usulan. Dan kita juga sudah masukkan suratnya. Hanya saja sampai saat ini walikota Bandar Lampung pak Herman HN belum bisa ditemui karena padatnya agenda pak Wali,” ungkapnya.

Asep menerangkan, untuk tahapan persiapan pemilu akan segera dimulai setelah dana anggaran tersebut sudah ada. Pasalnya untuk melakukan perekrutan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) itu membutuhkan biaya, seperti konsumsi dan kelengkapan berkas.

Asep juga mengatakan, terkait persiapan pilwakot ini pihaknya juga akan melaporkan ke Bawaslu RI dan berkoordinasi dengan KPU guna mengetahui jumlah TPS. Karena menurutnya, Bawaslu Bandar Lampung tidak mungkin langsung menetapkan jumlah pengawas TPS, jumlah tersebut harus sesuai dengan jumlah TPS yang akan ditetepkan KPU. Dipastikan akan ada perbedaan jumlah TPS antara piplres dan pileg 2019 dengan pilwakot 2020.

“Semua bergantung KPU, kalau untuk Panwascam pasti tidak akan berubah, dan jumlahnya 3 panwas setiap kecamatan, jadi kalau dikali 20 kecamatan, berarti ada 60 Panwascam yang harus disediakan. Nah yang pasti ada perubahan jumlah pengawas TPS, misalnya saat pemilu kemarin ada 2000-an lebih TPS, nah di Pilwakot ini ada perubahan apa tidak, itu kita tunggu informasi dari KPU,” ujarnya.

Selain itu, Asep juga menerangkan, kegiatan ini juga untuk melakukan evaluasi masa akhir jabatan kepada seluruh Panwascam se-kota Bandar Lampung, jadi apakah mereka layak untuk ikut kembali dalam pengawasan Pilwakot atau tidak. “Karena pada Pilwakot mendatang kita akan rekrut ulang. Jadi ada hal-hal yang harus diperbaiki, apakah ada Panwascam yang nakal, nanti kita akan meminta tanggapan juga dari masyarakat,” tandasnya. (Sule)

Facebook Comments