Beranda Daerah Lampung Lampung Tengah

Gereja Kristen Subagsel di Gunungsugih Terbakar

198
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tim Damkar sedang memadamkan api di Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan, di Seputihjaya. Foto: Towo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Tengah – Bangunan Gereja Kristen Sumatera Bagian Selatan (GKSBS) di Kelurahan Seputihjaya, Kecamatan Gunungsugih, Lampung Tengah, terbakar pada Kamis (13/06/2019).

Sumber api pertama kali diketahui sekitar pukul 14.30 WIB.

Saat itu, api sudah melahap bagian depan gereja yang digunakan sebagai kantor dan ruang musik.

Anna (25), salah satu jemaat GKSBS yang tinggal di Kelurahan Yukumjaya, Kecamatan Terbanggibesar, menyatakan kebakaran berasal dari gudang. “Itu yang terbakar tempat telur di gudang. Tempat telur itu untuk digunakan sebagai bahan menjadikan ruangan kedap suara,” katanya ditemui di lokasi .

Sedangkan Gita Vera Harahap (53), warga Kelurahan Bandarjaya Timur, Kecamatan Terbanggibesar, menyatakan tempat telur ini merupakan pemberian dari teman sebanyak satu truk.

“Itu tempat telur untuk menjadikan ruangan kedap suara. Ada satu truk dan masih di simpan di gudang. Bangunan ini kan belum selesai,” ujar guru sekolah minggu yang bekerja di GKSBS Seputihjaya.

Penyebab terbakarnya bangunan GKSBS belum bisa dipastikan.

“Belum bisa dipastikan penyebabnya. Sebab, bangunan gereja ini belum selesai. Masih terbuka. Pintu dan jendela belum ada. Instalasi listrik juga belum terpasang. Bisa saja kemungkinan ada yang iseng melempar puntung rokok dari jalan. Jelasnya masih diselidiki lebih jauh,” katanya.

Dua mobil damkar milik BPBD Lamteng dikerahkan untuk memadamkan api. Beruntung tak ada korban jiwa dalam peristiwa itu.

Kepala BPBD Lamteng Guntur Napitupulu menyatakan pihaknya sempat kesulitan memadamkan api karena tempat telur yang disimpan di gudang banyak. “Memang agak sulit agar api benar-benar padam. Tempat telurnya harus dikeluarkan dahulu. Ruangan penuh,” katanya.

Guntur melanjutkan, perkiraan butuh waktu empat jam agar api padam total. “Butuh waktu empat jaman agar api benar-benar padam. Lihat saja, asap masih mengepul,” ungkapnya. (Towo)

 

 

Facebook Comments