Beranda Bandar Lampung

Resmi Jabat Gubernur, Arinal Janji Lunasi Hutang Dana Bagi Hasil

184
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tiba di Bumi Lampung, Arinal-Nunik disambut meriah dengan prosesi adat Lampung. Foto: Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi berjanji segera melunasi hutang dana bagi hasil (DBH), yang merupakan kewajiban yang harus dibayar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung kepada pemerintah kabupaten/kota.

Arinal mengatakan, akan berupaya melunasi hutang DBH yang kini totalnya mencapai Rp750 miliar. Bagi Arinal, anggaran DBH sangat dibutuhkan oleh para kabupaten/kota untuk melakukan pembangunan di daerahnya masing-masing.

Ketua DPD I Partai Golkar Lampung ini sempat bercerita, menjelang masa pensiun sebagai ASN, dirinya pernah disurati oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bahwa DBH tidak boleh ditahan di rekening kas daerah atau harus segera disalurkan.

“Jadi periode kepemimpinan Saya dan Mbak Nunik, saya pastikan tidak ada lagi hutang DBH. Jadi bisa dikatakan nol. Total hutang itu akan saya cicil. Objek pembangunan itu ada di kabupaten/kota. Oleh karenanya saya akan berusaha untuk mencicil apakah per triwulan dan saya akan ke kementerian mencari bagaimana soluasinya,” kata Arinal saat acara ramah tamah di Mahan Agung, Kamis (13/06/2019).

Membentuk BUMD

Arinal juga menyatakan akan membentuk BUMD yang sangat relevan untuk menunjang peningkatan APBD yang akan datang. Menurutnya, potensi peningkatan pendapatan asli daerah saat ini masih terbuka lebar.

Selain itu, Arinal berjanji akan meningkatkan produksi sektor pertanian hingga dua kali lipat. Ia mengaku, sudah berkoordinasi, belajar dan meminta bantuan kepada semua kementerian terkait mendukung pengembangan program pertanian di Provinsi Lampung.

Ia bertekad, akan memperjuangkan hal tersebut bisa terwujud dalam satu tahun masa kerjanya ke depan. Menurut dia, pembangunan di Provinsi Lampung tidak bisa hanya mengandalkan APBD saja, namun perlu didukung APBN.

“Lampung ini juga merupakan provinsi yang sangat strategis karena di ujung pulau Sumatera,  potensi ekonominya luar biasa, maka dibutuhkan kerja keras untuk membangunnya,” tuturnya.

Prioritas Infrastruktur

Sektor lain yang prioritas dikembangkan adalah infrastruktur. Arinal mengaku, sangat konsen untuk memperbaiki kondisi infrastruktur di Lampung. Ia mencontohkan, kerusakan pada ruas Jalan Mayor Jendral Ryacudu, Korpri, Bandar Lampung, yang sempat menjadi polemik di masyarakat.

“Pemprov telah melakukan tender, tapi baru bisa dilaksanakan pembangunannya bulan Juli. Sementara perbaikan itu tidak harus menunggu bulan Juli, maka saya akan melibatkan pengusaha.

Kami sisipkan sebagian zakat mal untuk pembangunan jalan. Insha Allah Juli nanti akan dilakukan pembangunan dengan rigid beton,” terangnya.

Dikatakannya, ruas Jalan Ryacudu merupakan aspek yang sangat penting sebagai penghubung antara jalan nasional dengan pintu Jalan Tol Trans Sumatera. Serta sebagai akses jalan menuju Institut Teknologi Sumatera (Itera). Ia berharap jalan itu bisa menjadi percontohan di Provinsi Lampung. (Erik)

Facebook Comments