Beranda Bandar Lampung

Pasien Kanker Payudara Stadium IV Itu Pernah Jalani 6 Kali Kemoterapi di RSUDAM

115
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kondisi pasien kanker payudara stadium IV di ruang Kenanga, Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Moeloek. Yuniarti yang dijaga kedua putrinya telah tidak sadarkan diri sejak masuk ke rumah sakit. Foto : Ricardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Yuniarti (50), pasien pengidap kanker payudara stadium IV yang saat ini tengah dirawat di Ruang Kenanga, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Moeloek sebelumnya telah menjalani perawatan medis berupa kemoterapi. Dia menjalani perawatan itu di RSUDAM sebanyak 6 kali.

Hal ini diungkapkan oleh Safira, anak perempuan Yuniarti saat ditemui Kupastuntas, Senin (17/6/2019).

Setelah menjalani kemoterapi itu, dia menyatakan bahwa payudara sebelah kanan ibunya telah diangkat saat kanker itu berada pada stadium III.

“Sudah 6 kali di kemo (kemoterapi). Itu dijalani di rumah sakit ini,” ungkapnya.

Terhadap perawatan yang dijalani Yuniarti, dokter jaga bernama Yeni pun mengamininya. Dia membenarkan perihal rekam medis Yuniarti itu saat dikonfirmasi di ruangannya.

Pengakuan Safira itu muncul ketika dirinya mengeluhkan penanganan medis yang diterima ibunya. Perwakilan keluarganya juga mengaku telah menyampaikan permintaan untuk mendapat perawatan ke ICU sudah diajukan ke dokter jaga pada ruangan tersebut namun tidak disetujui.

Dia mengatakan bahwa pertama kali ibunya masuk ke ruang Unit Gawat Darurat (UGD) tidak mendapat perawatan yang sebelumnya pernah dialami di Rumah Sakit Graha Husada.

“Beda. Kemarin itu sempat dirawat di Graha. Waktu itu ibu dicek sama perawat sana. Itu terjadi 29 Mei kemarin. Kalau di sini, tak ada dicek seperti di Graha,” tuturnya.

Saat mendapat perawatan di ruang Kenanga, untuk memberikan obat kepada sang ibu pun harus dilakukannya sendiri.

“Ibu kan sudah tidak sadar. Ada selang di mulut. Saya sendiri yang gerus obatnya supaya halus. Terus masukin sendiri ke selang itu,” akunya.

Terhadap pelayanan yang dikeluhkan tersebut, Juru Bicara RSUD Abdul Moeloek Akhmad Sapri memberikan penjelasan.

“Harus diketahui bahwa pasien yang masuk ICU itu harus ada indikasi medis seperti gagal napas atau jantung dan itu kewenangan dokter bukan permintaan keluarga,” kata dia dalam keterangan tertulisnya. (Ricardo)

Facebook Comments