Beranda Bandar Lampung

Distribusi PDAM Masih jadi Masalah Utama di Bandar Lampung

25
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Kota Bandarlampung. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kota Bandar Lampung memasuki usia ke-337 tahun pada 17 Juni 2019. Di tengah perkembangan pembangunan yang begitu pesat, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lampung Subadrayani mencatat, ada tiga poin aduan terbanyak dari masyarakat yang dilaporkan ke pihaknya terkait pelayanan di Bandar Lampung. Yakni masalah distribusi air di PDAM, pelayanan administrasi kependudukan dan biaya pendidikan sekolah.

Ia menjelaskan, seperti penyediaan air bersih, masih banyak rumah warga yang belum tersalurkan air bersih, terutama wilayah perbukitan. “Mereka kesulitan air, karena tidak ada saluran pipa dari PDAM. Bahkan ada juga pengaduan sering tidak tersedianya air pada jam-jam tertentu”, ungkapnya.

Ia melanjutkan, untuk pelayanan dokumentasi kependudukan, warga menilai kurang terlayani dengan baik. Seperti masih lamanya waktu pembuatan e-KTP, hingga masih adanya pencaloan untuk pembuatan dokumentasi tersebut. “Hal inilah perlu ada ketegasan dari Walikota Bandar Lampung”, ucapnya.

Selain itu masalah pendidikan kata Subadrayani, masih banyak sekolah yang memungut biaya lain untuk wali murid. “Katanya sekolah gratis, namun biaya-biaya lainnya ada di sekolah itu, sehingga memberatkan wali murid”, tandasnya.

Rektor Universitas Tulang Bawang (UTB) Agus Mardihartono menambahkan, program Bina Lingkungan (Biling) di Bandar Lampung cukup bagus, namun harus lebih dievaluasi. Seperti persyaratan tidak hanya untuk orang yang tidak mampu saja, namun juga harus murid yang berprestasi.

“Jadi harus ditambah persyaratannya, yakni anak yang berprestasi, sehingga program Biling menjadi lebih baik lagi”, kata Agus. (Sulaiman/Wanda/Ant)

Facebook Comments