Beranda Bandar Lampung

Tahun 2020, 60.000 Sambungan Rumah di Bandar Lampung Siap Dialiri Air

29
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Herman HN saat meninjau bendungan Way Sekampung, Natar, Lampung Selatan. Foto : Sule/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung –┬áPemerintah Kota Bandar Lampung menargetkan proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) yang mengaliri 60.000 sambungan rumah akan selesai pada tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut di sampaikan langsung oleh Walikota Bandar Lampung saat melakukan peninjauan di Bendungan Way Sekampung desa Relung Helok kecamatan Natar yang menjadi pusat aliran air untuk SPAM yang berada di Rajabasa Bandar Lampung, Selasa (18/6).

Herman H.N mengatakan, sejauh ini proses pengerjaan dilokasi proses pengaliran air sudah mencapai 60%, kemudian Pipa yang akan mengaliri air sudah terpasang sepanjang 6 km dari 22 KM. Target pemasaran pengaliran air ini sekitar 60.000 sambungan dengan besaran debit airnya sebesar 750 liter perdetik.

“Iya dengan besaran debit air sebanyak itu, saya yakin ini bisa mencukupi masyarakat kota Bandar Lampung, ditambah dengan sumber yang lama,” ujarnya.

Herman juga menerangkan, pembanguna SPAM ini digunakan untuk konsumen yang baru yakni sekitar 60.000 sambungan yang telah dipasarkan, dan diperkirakan tahun depan akan selesai. Menurutnya yang terpenting saat ini harus diselesaikan terlebih dahulu termasuk pipa yang besar, sehingga Tank yang berada di SPAM Rajabasa sudah standby baru akan disalurkan kepada masayrakat.

“Tetapi masyarakat juga bisa dari sekarang melalui PDAM apabila ingin memasukan air bersih ke rumah. Karena pengalirannya untuk wilayah Kedaton sampai Tanjung Karang Pusat dengan menggunakan SPAM dimulai pada 2020 akhir yang berasal dari sungai Way Sekampung ini,” ujarnya

Terkait aset pembangunan SPAM ini, Herman mengatakan aset ini merupakan kerjasama pemerintah kota dengan pengusaha, tetapi untuk selama 25 tahun akan dimiliki pemerintah kota.

“Kalau untuk tarif sementara kurang lebih 5.500 perkubik, nanti kalau sudah mulai besar mungkin akan berkurang harga tarifnya, karena harus kordinasi dengan tarif pemerintah dan pengusaha seperti apa,” kata dia.

Ditambahkan Direktur Utama PDAM Way Rilau AZT Gusti Mego mengatakan, Investasi yang ditanam ini lebih besar yakni 1,2 Triliyun Rupiah. Sehingga dengan investasi sebesar itu, tentu konsekuensi airnya pun harus lebih bagus, jumlahnya lebih besar dan pelayanannya lebih cepat yakni 24 jam.

“Iya dengan hal tersebut ini merupakan salah satu peningkatan pelayanan kepada masyarakat, dan tidak kalah dengan negara-negara maju,” ujarnya.

Gusti juga mengatakan, proyek ini ditargetkan 2020 ini akan selesai. Menurutnya dengan melihat kondisi saat ini, tentu sangat memungkinkan 2020 akan selesai. Karena kalau makin lama beroperasi konsekuensinya bunga bank bergulir terus.

“Jadi konsep berfikir pekerja ini adalah kalau emang harus diselesaikan besok mereka akan selesaikan sekarang, karena mereka selalu berpikir efektif dan efisien dan kita harus bisa mengimbangi cara berpikir mereka,” tandasnya. (Sule)

Facebook Comments