Beranda Bandar Lampung

Dipenuhi Sampah, Wagub Lampung Ingin Sulap Pantai Sukaraja jadi Tempat Wisata

119
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (kiri) saat ngobrol dengan Aad, salah satu nelayan di pantai Sukaraja, Bandar Lampung, Selasa (18/06/2019). Foto: Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim (Nunik) berkeinginan akan mengubah pesisir pantai di Kelurahan Sukaraja, Kota Bandar Lampung yang masih dipenuhi sampah plastik, menjadi tempat wisata bagi masyarakat Lampung.

“Aku lihat, pinginnya ini dijadiin tempat wisata. Paling tidak kita lihat kondisi sampahnya memang penuh banget. Tapi ternyata lokasi ini bakal menjadi perluasan Pelabuhan Panjang. Tapi kita lihat seperti apa nantinya,” ujar Nunik saat meninjau pantai Sukaraja, Selasa (18/06/2019).

Dia mengakui, sampah plastik yang menumpuk di pesisir pantai Sukaraja bukanlah berasal dari masyarakat setempat, melainkan bawaan dari gelombang air laut hingga sampah-sampah tersebut bermuara di bibir pantai Sukaraja.

“Tadi sempat ngobrol-ngobrol dengan nelayan, kita serap seperti perlu dibuang sampahnya, cuma persoalannya dari sungai terus mengirim sampah, diambil juga akan penuh lagi, nanti perlu dirapatkan mau seperti apa,” katanya.

Pihaknya juga kedepan akan berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk pembagian tugas pengembangan lokasi pantai Sukaraja.

“Pemkot sebelah mana tanggungjawabnya, pemprov di sebelah mana tanggungjawabnya, terus karena itu direncanakan untuk perluasan pelabuhan panjang, seperti apa nantinya,” katanya.

Namun begitu, dia memastikan para nelayan akan tetap diberikan akses untuk menangkap ikan. Ia tak ingin sampai sampai ada nelayan yang merasakan keberatan atas pengembangan pantai.

Di sisi lain, Aad (38) yang merupakan nelayan setempat berharpa sampah di ladang yang menjadi tempatnya mencari ikan tersebut dapat teratasi.

“Diharapkan pantainya bersih, gak banyak plastik, jadi nelayan juga enak cari ikannya. Ini (sampah) bukan dari warga sini, ini dari mana-mana. Dari muara, kalau ujan kan keluar dan kalau ada hujan angin bawa sampah sampah ke sini. Ini sudah tahunan, hampir tiap Jumat dibersihkan gotong royong,” ungkap Aad.

Sementara terkait adanya rencana pembangunan dermaga di pantai Sukaraja, dirinya tegas menolak karena akan membuat para nelayan kesulitan mencari ikan.

“Kalau dibangun dermaga kita tidak bisa cari ikan lagi di sini. Cari ikannya kita khusus di pinggir-pinggir aja. Sejauh ini alhamdulillah tangkapannya cukup,” katanya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Bandar Lampung, Erwin mengatakan, jika akan dijadikan sebagai tempat wisata, maka para masyarakat setempat dapat diberdayakan termasuk nelayannya.

“Kalau mereka diberdayakan otomatis mereka menerima. Kalau mereka mau tetap dipayang mereka kita sediakan tempatnya. Bahkan kalo bisa bagaimana payang ini menjadi objek wisata juga. Begitu juga dengan pasarnya, jadi kalau ke sini ada yang dibeli,” ujar Erwin. (Erik)

 

Facebook Comments