Beranda Bandar Lampung

Kurangi Human Error, KPU Balam Canangkan E-Voting Saat Pilwakot 2020

21
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Suasana diskusi mengagas pemilu e-voting yang diselenggarakan KPU Bandar Lampung, Rabu (19/06/2019). Foto: Sulaiman/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bandar Lampung saat ini tengah melakukan pembahasan terkait rencana penggunaan sistem e-voting dalam pemungutan suara pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bandar Lampung 2020 mendatang.

Hal tersebut disampaikan dalam diskusi dengan beberapa narasumber diantaranya Ari Darmastuti (Akademisi), Rahmalia Syahputri (Ahli IT), Zulfikar Arse Sadikin (Staf Ahli DPR RI) dan Ardiansyah (Pemerhati Pemilu) di aula KPU Bandar Lampung, Rabu (19/06/2019).

Ketua KPU Bandar Lampung Fauzi Heri mengatakan, diskusi dan seminar terkait penggunaan e-voting dalam pemilu pada dasarnya sudah banyak dilakukan, termasuk uji coba. Maka dari itu KPU Bandar Lampung mencoba untuk mengadopsi gagasan tersebut di daerah dengan sekala yang lebih keci.

“Iya kita coba dimulai dari pemilu yang kecil terlebih dahulu seperti pilkada, kalau kita langsung terapkan ke pemilu legislatif yang calonnya banyak, maka akan banyak sekali kendalanya. Harapan kita memang dimulai dari yang kecil, mudah-mudahan ini menjadi awalan untuk kita mendiskusikan kembali, kemudian melakukan simulasi apakah ini cocok dan lebih banyak kemaslahatannya,” ungkapnya.

Fauzi mengaku pihaknya optimis karena harapannya ini bisa memotong human error. Tetapi emang hambatannya ada, karena ini menggunakan teknologi, seperti yang disampaikan narasumber dalam diskusi, penggunaan e-voting sebesar 99,9 persen aman dan 0,1 persen tidak aman.

“Tetapi bisa terbalik menjadi 99,9 persen tidak aman dan amannya menjadi 0,1 persen, oleh karena itu harus dipastikan bahwa sesuai keputusan MK ini berlaku simulatif, harus perlu menekan konsep pemilu yang jurdil,” ujarnya.

Selain itu Fauzi juga mengatakan, dengan menggunakan e-voting ini keunggulannya lebih akuntabel dan dari segi anggaran bisa digunakan berkali-kali, kemudian juga memperkecil campur tangan manusia. Sehinga kalau kemarin penyelanggarannya banyak dengan e-voting akan lebih sedikit dan berpengaruh juga dengan honor.

“Nah dengan penyelenggara di tingkat bawah lebih sedikit, sehingga dengan begitu dapat meminimalisir peristiwa seperti pemilu lalu,” ujarnya.

Sementara terkiat tingkat kecurangan, Fauzi mengatakan, akan dapat dilihat melalui uji coba bagaimana tingkat keamanannya.

“Jadi ada dua tawaran dalam penggunanan teknologi ini, namun yang jadi persoalan saat ini kan penghitungannya, kalau sistem penghitungannya lebih tepatnya menggunakan sistem e-counting tetapi ini kan yang kita gagas keseluruhannya dengan menggunakan e-voting”, tandasnya. (Sulaiman)

Facebook Comments