Beranda Daerah Lampung Tulang Bawang

Oknum Dokter RS Asy Syfa Dayamurni Tubaba Diduga Lakukan Malpraktek

1596
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tubaba saat ditemui di Mako Polres Tubaba tengah melaporkan dugaan malpraktek oleh oknum dokter di RS Asy Syfa Dayamurni Tubaba. Foto: Erwinsyah/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Tulang Bawang – Septina (25) warga Tiyuh Panaragan, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Tulang Bawang Barat melaporkan pihak menajemen Rumah Sakit (RS) Asy Syfa Dayamurni, Tulang Bawang Barat ke Mapolres Tulang Bawang, kamis (20/06/2019).

RS Asy Syfa Daya murni diduga menjadi korban malpraktek oknum dokter yang berdinas di rumah sakit tersebut, setelah sebuah benda asing berhasil dikeluarkan dari dalam perutnya. Sebuah benda asing berupa kain kasa diduga tertinggal pasca korban melakukan operasi caesar di RS Asy Syfa pada 27 Maret 2019 lalu.

Kain kasa yang sudah berwarna kehijauan dan berbau menyengat itu, berhasil dikeluarkan tenaga medis dari Poned Panaraganjaya, Kecamatan Tulangbawang Tengah, Kamis (20/6/2019), ketika korban hendak memeriksakan kesehatannya, yang selama beberapa bulan terakhir ini dikeluhkannya.

Pasca melahirkan, korban kerap mengeluh lantaran merasa sakit di bagian perut, serta nifas yang tidak kunjung berhenti setelah 85 hari melahirkan serta diperparah dengan keluarnya cairan berbau menyengat dari organ intim korban.

“Awalnya sakit-sakit perut saya, sebulan habis caesar mulai nifas, keluar cairan gitu dan berbau busuk. Sampai orang di keliling saya aja bisa ngebaunya. Seminggu terakhir ini tambah parah, karena saya mulai demam. Sangking panasnya keluar air mata,” kata Septina, saat ditemui di Mapolres Tulangbawang, Kamis (20/6/2019).

Suami korban Ferdi Irwanda mengaku, kedatangan mereka ke Polres Tulangbawang hendak melaporkan kelalaian oknum tenaga medis RS Asy Syfa.

Menurut laki-laki yang berprofesi sebagai jurnalis di Surat Kabar Harian Lampung Post , kejadian yang menimpa istrinya menjadi sebuah insiden buruk dalam pelayanan kesehatan. Sebab kejadian itu, merupakan kesalahan fatal yang dapat merenggut korban jiwa orang lain.

“Kami memilih menempuh jalur hukum karena kami merasa rumah sakit Asy Syfa bekerja tidak profesional dan penuh kehati-hatian dalam memberikan pelayanan. Kami tidak mau kejadian serupa terulang kembali”, jelasnya.

Dia berharap aparat kepolisian dapat segera menindaklanjuti laporannya, dan segera memproses para pelaku yang dinilai lalai dan ceroboh dalam memberikan pelayanan terhadap istrinya.

“Saya berharap polisi segera memeriksa oknum dokter yang menangani istri saya ketika caesar. Kok bisa kain kasa itu tinggal di dalam perut, kan aneh. Apa iya bisa masuk sendiri, kan enggak mungkin. Sebab ini menyangkut soal nyawa manusia. Nyawa seekor hewan saja kita jaga apalagi ini menyangkut nyawa manusia. Ini menjadi sejarah buruk pelayanan dari rumah sakit Asy Syfa”, tutupnya. (Erwinsyah)

Facebook Comments