Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Curah Hujan Tinggi, Kualitas Durian Tanggamus Turun

114
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Tanggamus – Diduga akibat tingginya curah hujan di wilayah Kabupaten Tanggamus dalam beberapa bulan terakhir berdampak buruk pada kualitas buah durian. Cita rasa buah durian menjadi hambar.

Menurut penuturan petani durian di Kecamatan Kotaagung Timur, Kabupaten Tanggamus, mengatakan cuaca ekstrem dengan intensitas hujan lebat yang mengguyur Kabupaten Tanggamus sejak durian berbuah hingga buah matang berdampak pada hampir 70 persen hasil panen.

“Rasanya anyep (hambar_red). Ini terjadi hampir pada semua pohon durian. Dalam satu pohon, sekitar 70 persen anyep,” kata Darwis, pemilik kebun durian di Kotaagung Timur, Senin (24/6/2019).

Kondisi hambarnya buah durian ini, kata dia sudah terjadi selama tiga kali masa panen. Padahal seharusnya, buah durian berbau sedap, manis dan berasa nikmat.

Fenomena buah durian berasa hambar ini hampir dialami seluruh pemilik kebun durian, seperti halnya di Pekon Kampung Baru, Umbulbuah, Banjarsari, bahkan hingga Kecamatan Kotaagung, Kotaagung Barat, Wonosobo, Bandar Negeri Semoung, Semaka, Pematangsawa, Limau hingga Cukuhbalak.

“Selain rasanya anyep, sebagian buah durian saat kita belah isi dan bijinya masih putih, tapi tidak busuk, ada juga yang sudah matang dan berbau tetapi rasanya tawar ada juga yang berasa buah durian,” kata Rosid (40), pemilik kebun durian di Kecamatan Wonosobo.

Selain faktor curah hujan tinggi, para petani juga menduga buah durian terserang virus atau sejenis penyakit, selain menyerang buah durian, pohon durian juga terserang penyakit sehingga terancam mati.

“Akibat buah durian berasa tawar masyarakat enggan memasarkan buahnya,” ujar Fahmi, pemilik kebun durian di Kotaagung Barat.

Menurut Karim, petani durian di Pematangsawa, menurunnya kualitas durian disebabkan banyaknya kadar air cukup tinggi. Sehingga mengakibatkan buah menjadi tidak manis. Selain itu, banyak buah durian yang membusuk ketika masih melekat pada batang pohon,” kata dia. (Sayuti)  

Facebook Comments