Beranda Bandar Lampung

Hakim Bertanya Soal Kejati dalam Pusaran Kasus Korupsi di Mesuji

256
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Lutfi Mediansyah memegang microphone saat memberikan kesaksian dalam sidang kasus korupsi pada Dinas Mesuji dengan menghadirkan 8 orang saksi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang. Foto: Ricardo/Kupatuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Anggota majelis hakim mempertanyakan daftar nama rekanan yang turut mengikuti dan memenangkan Sidang

Anggota hakim, Jaini Basir bertanya mengenai nama instansi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung yang termuat dalam daftar rekanan yang diterima oleh Kepala Seksi Jalan pada Bidang Bina Marga di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) Mesuji, Lutfi Mediansyah.

“Saya mau tanya tentang daftar rekanan yang menyangkut nama instansi terkait proyek,” ujar Jaini Basir ke Lutfi di Pengadilan Negeri Tanjungkarang, Senin (24/06/2019).

“Kamu tahu tentang itu?” tanya Jaini.

Lutfi Mediansyah mengakui dan membenarkan bahwa ada nama instansi Kejati dalam daftar rekanan yang mengikuti proyek jalan di Mesuji.

Jaini Basir pun bertanya mengenai nama Rizon. Dia membahas tentang profil Rizon. Lutfi hanya mengatakan bahwa Rizon diketahuinya berasal dari Kejati.

“Saya tahunya dia dari Kejati yang mulia,” tuturnya.

Jaini kembali bertanya. “Dari mana kamu tahu? Apa Rizon ini menjual nama Kejati supaya bisa ikut proyek? Jangan-jangan dia jual nama instansi,” ucap dia.

“Ya tahu karena dia menghadap saya yang mulia,” jawab Lutfi.

Dialog di atas adalah rangkaian persidangan tindak pidana korupsi di Dinas PU-PR Mesuji. Sidang ini menghadirkan 8 orang saksi yang merupakan PNS Dinas PU-PR.

Ada tiga terdakwa dalam kasus ini, Bupati Khamami non aktif Khamami, Taufik Hidayat dan Sekretaris Dinas PU-PR Mesuji Wawan Suhendra. (Ricardo)

Facebook Comments