Beranda Bandar Lampung

Nilai Impor Lampung Mei 2019 Tertinggi Selama 2 Tahun Terakhir

34
Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS Provinsi Lampung, Nasrullah Arsyad saat beri penjelasan pada konferensi pers, di Kantor BPS setempat, Senin (24/06). (Foto: Erik/Kupastuntas.co)

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Nilai impor Provinsi Lampung terus meroket sejak April 2019 hingga Mei 2019 yang mencapai US$480,08 juta. Kondisi ini merupakan yang tertinggi sepanjang dua tahun yang lalu yakni 2017 dan 2018.

Dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung, diketahui nilai impor Provinsi Lampung tertinggi pada tahun 2017 adalah sebesar US$287,78 juta. Sedangkan nilai impor tertinggi pada tahun 2018 adalah sebesar US$346,08 juta.

Kepala Seksi Statistik Niaga dan Jasa BPS Provinsi Lampung, Nasrullah Arsyad mengungkapkan, komoditi migas merupakan yang terbesar dalam menyumbang nilai impor Provinsi Lampung. Pada Mei 2019, nilai impor migas mencapai US$389,59 juta.

“Sedangkan komoditi lain yang mengalami peningkatan, yaitu biji-bijian berminyak naik 1.291,48 persen dan pupuk naik 27,16 persen. Kami belum mengetahui mengapa nilai impor sampai meningkat tajam,” ujar Nasrullah saat konferensi pers, di kantor BPS setempat, Senin (24/06/2019).

Lebih lanjut dikatakannya, negara pemasok barang impor ke Provinsi Lampung pada Mei 2019 menurut kelompok negara utama berasal dari Saudi Arabia sebesar US$132,76 juta; Nigeria US$129,59 juta; Amerika Serikat US$88,86 juta, Qatar US$48,76 juta; dan Australia US$16,25 juta.

Jika dilihat menurut kelompok negara, impor terbesar berasal dari kelompok negara utama lainnya (Saudi Arabia, Nigeria, Amerika Serikat, Saudi Arabia, Qatar dan Australia) yang mencapai US$416,23 juta, kemudian diikuti ASEAN US$28,77 juta dan Uni Eropa US$1,67 juta.

“Kontribusi impor Provinsi Lampung selama Mei 2019 dari total negara utama mencapai 80,33 persen, terdiri dari kelompok negara utama lainnya 70,13 persen, kawasan ASEAN 9,59 persen dan kelompok Uni Eropa 0,61 persen. Total Impor dari negara utama Mei 2019 mencapai US$446,67 juta,” paparnya. (Erik)

Facebook Comments