Beranda Bandar Lampung

Warga Perumnas Way Halim Tolak Pembangunan Puskesmas

133
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Spanduk penolakan pembangunan puskesmas rawat inap terpasang di sekitar lokasi bakal puskesmas rawat inap di perumnas Way Halim. Foto: Wanda/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Warga Perumnas Way Halim, Bandar Lampung, menolak pembangunan puskesmas rawat inap di Tanggamus Raya, tepatnya di lapangan samping yayasan pendidikan SD Al-Azhar.

Sugiana Pranata, Ketua Karang Taruna Perumnas Way Halim, mengatakan, jika penolakan warga tersebut didasari karena lahan tanah yang akan dibangun tersebut d iatas tanah Fasilitas Umum (Fasum) Perumnas Way Halim.

Sehingga, kata dia, warga setempat merasa keberatan, lantaran mereka tidak ada lagi lapangan yang biasa dijadikan tempat berkumpul dan juga menjadi sarana olahraga serta arena bermain anak-anak.

“Kami menolaknya, karena tanah itu adalah pasum dari perumnas untuk warga perumahan yang sering dijadikan sarana bermain anak-anak dan juga saat ada acara besar juga dijadikan sekolahan Al-Azhar tempat upacara negara di situ sering juga tempat acara kalau Agustus-an, kami akan kehilangan fasum,” ujar Sugiana, Senin (24/06/2019).

Warga membeli rumah di Way Halim, alasannya dulu karena pasum lengkap. Dijelaskannya, bahwa pihaknya tidak menghambat pembangunan, akan tetapi di seputaran Way Halim sudah ada puskesmas, jika ingin meningkatkan jadi puskesmas rawat inap, kenapa yang sudah ada tidak buat di lantai 2.

“Itu adalah fasum, akan tetapi bagaimana ke depan warga tidak ada lagi fasum yang sering jadi lokasi kumpul warga, kalau terjadi bencana juga bagaimana nanti, itu adalah titik kumpul warga perumnas Way Halim, jangan diambil semua dong, karena di situ juga arus lalu lintas sangat padat karena berdekatan dengan pasar dan sekolahan, serta akses ke masjid besar, pasti kemacetan yang sangat luar biasa,” jelasnya.

Memang, lanjutnya, untuk sertifikat fasum sudah diserahkan perumnas ke Pemkot Bandar Lampung, akan tetapi pembangunan tersebut dikhawatirkan akan mubazir, karena kebanyakan warga memiliki BPJS, dan akses ke rumah sakit sangat dekat sekitar 5 menit ke Imanuel dan Urip Sumoharjo.

“Saya khawatir akan mubazir pembangunannya, mendingan cari saja lokasi yang pas dan lebih membutuhkan untuk pembangunan puskesmas rawat inap tersebut. Kami juga sudah upaya bersurat ke Komisi III DPRD Kota Bandar Lampung, untuk meminta rapat dengar pendapat (hearing) yakni meminta pertimbangan karena sudah banyak warga yang teken penolakan pembangunan tersebut,” ungkapnya.

Sementara itu, Supardi selaku Kabid Cipta Karya Dinas PU Kota Bandar Lampung, menepis akan adanya penolakan pembangunan puskesmas rawat inap Way Halim dari warga dan unsur pemuda Karang Taruna Way Halim.

“Nggak ada penolakan, itu hari ini (kemarin) saja sudah mulai pembangunan, saya sudah ngobrol dengan Camat Way Halim, clear semua itu, nggak ada lagi warga nolak,” tegasnya.

Disinggung banyak spanduk yang membentang di seputaran lokasi pembangunan, ia mengaku tidak ada. “Nggak ada, pokoknya gak ada lagi warga yang nolak, itu mau bangun puskesmas rawat inap, tujuannya untuk warga sekitar juga kok,” tandasnya. (Wanda)

Facebook Comments