Beranda Daerah Lampung Lampung Selatan

Kasus Penjambretan Marak, Kawasan Pemda Lamsel Masuk Kategori “Waspada”

43
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-01/malang-niat-berlibur-kakak-beradik-dijambret-01.jpg
Foto: Ilustrasi

Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Tingginya angka kasus kriminalitas penjambretan di seputaran wilayah Kalianda, Lampung Selatan, membuat pihak kepolisian setempat sedikit kalang kabut.

Oleh karenanya, pihak kepolisian setempat mengimbau agar para pengendara motor khususnya, untuk tidak berkendara seorang diri, sehingga apabila terjadi tindak kriminal jalanan, setidaknya dapat melakukan perlawanan.

Selain itu, pihak kepolisian menyarankan agar masyarakat tidak mengendarai kendaraan roda dua pada saat malam hari dan di daerah rawan kejahatan jalanan.

“Untuk antisipasi, patroli pasti kita lakukan. Tim antibegal juga pasti akan memonitor,” ujar Kasat Reskrim Polres Lampung Selatan AKP Tri Maradona.

Berdasarkan data yang dihimpun, sejak tiga bulan terakhir tercatat telah ada 4 kejadian kasus penjambretan di areal perkantoran Pemkab Lampung Selatan. Terakhir, korban penjambretan merupakan PNS Dispenda pada Selasa (25/6). Dan pada awal pekan kemarin, yakni PNS Bagian Pembangunan Setdakab Lampung Selatan. Lokasi kejadian tidak begitu berjauhan.

Sebelumnya, ASN Dinas PP-PA juga sempat menjadi korban penjambretan disekitaran kantor Pemkab Lampung Selatan. Dan terakhir, salah seorang warga juga sempat dijambret di depan kantor dinas pariwisata.

“Berdasarkan data sebulan terakhir, ada dua laporan kasus penjambretan atau curas yang kita terima,” ungkapnya.

Terkait banyaknya kejadian di areal perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Tri Maradona tidak menyebutkan daerah tersebut tergolong rawan. Karena, daerah tersebut dikatakannya kawasan yang ramai.

“Mereka (pelaku) itu muter, sambil melihat situasi. Pada saat sepi, mereka langsung beraksi. Walau begitu, daerah itu kita golongkan “kurang” untuk tingkat kerawanan. Tapi kalau malam saat sepi kita lakukan patroli di sana bersama rekan Sabara. Untuk kategori, mungkin “waspada” di daerah sana,” cetusnya.

Diwawancarai terpisah, Kapolres Lampung Selatan AKBP M Syarhan membantah bila pihaknya tidak pernah mengungkap kasus yang kini menjadi “momok” bagi masyarakat, khususnya dikalangan PNS, yang diketahui dilakukan oleh anak-anak di bawah umur.

“Kata siapa kita tidak bisa mengungkap, ada yang kita ungkap, cuma tidak kita ekspos ke awak media. Itu karena, kita ingin agar iklim di Lampung Selatan ini kondusif. Bisalah nanti kita ekspos tiga bulan sekali, tidak untuk setiap hari,” kata M Syarhan. (Dirsah/Edu)

Facebook Comments