Beranda Bandar Lampung

Khawatir Peredaran Narkoba Masuk Lampung, Gubernur Lampung Segera Perketat Pengamanan di Bandara Radin Inten II

67
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Gubernur Lampung Arinal Djunaidi (kiri) dan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga (kanan), saat saat diwawancara awak media usai acara memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) ke-31 tahun 2019, di Gedung Balai Keratun, Rabu (26/06/2019). Foto: Erik/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga menyatakan komitmennya dalam upaya pencegahan peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Provinsi Lampung.

Sebagai langkah konkritnya, pihaknya ke depan akan terus mempererat koordinasi dengan jajaran satuan kerja terkait lainnya seperti Polda, dan Bea Cukai dan Pemerintah Provinsi guna mengamankan jalur pintu masuk Provinsi Lampung dari narkotika.

Adapun pengamanan yang perlu diperketat menurutnya dalam jangka waktu dekat ini adalah pada Bandara Internasional Radin Inten II. Sebab, setiap bandara internasional yang baru dibuka, bandar narkoba akan coba mencari cara untuk bisa lolos dari pencagaan.

“Apa lagi dilihat penjagaannya, pencegahannya belum siap, mereka akan masuk, kita gak bisa apa-apa karena alatnya belum punya,” ujar Tagam saat diwawancara awak media usai acara memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) ke-31 tahun 2019, di Gedung Balai Keratun, Rabu (26/06/2019).

Untuk merealisasikan itu, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi bersama pihaknya akan merapatkan bersama pada akhir Juli mendatang. “Jadi beliau tadi menyampaikan minggu ketiga Juli kita akan rapat tentang penanganan narkoba khususnya pada bandara internasional,” katanya.

Lebih lanjut dikatakannya, hal itu harus cepat dilaksanakan, karena sampai hari ini langkah konkrit bagaimana mencegah narkoba melalui udara belum ada. Maka diperlukan alat pendeteksi narkoba yang canggih.

Di tempat yang sama, Gubernur Arinal mengajak kepada seluruh elemen masyarakat bersama-sama untuk selamatkan generasi muda di Lampung dari penyalahgunaan narkotika serta peredarannya.

“Kita ingin suatu perubahan. Lampung sudah menjadi catatan dari BNN bahwa peringkat ke-3 di Sumatera, nomor 8 di Indonesia terkait peredaran narkoba. Saya sangat prihatin. Saya sangat berharap kedepan mari kita bersama-sama siapa mengerjakan apa,” ujar Arinal. (Erik)

Facebook Comments