Beranda Nasional

7 Tahun Buron Kasus Pembunuhan, Mantan Pamen Diciduk di Lampung

140
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
https://www.kupastuntas.co/files/kota-bandar-lampung/2018-01/polisi-kantongi-identitas-pelaku-pembunuhan-mayat-bersimbah-darah-di-daerah-sukarame-ii-01.jpg
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Batam – Mindo Tampubolon, mantan perwira menengah Polda Kepri yang menjadi terpidana seumur hidup atas keterlibatannya dalam kasus pembunuhan sadis istrinya sendiri, Putri Mega Umboh pada 9 tahun yang lalu, akhirnya tertangkap.

Mindo ditangkap pada Selasa (25/06) sekitar pukul 21.30 WIB, di tempat persembunyiannya di Desa Jagabaya II, Kecamatan Way Halim, Bandar Lampung, Lampung.

Kepala Kejari Batam, Didie Tri Haryadi, mengatakan, penangkapan ini berkat kerjasama antara Tim Kejari Batam dengan Tim Intel Kejagung RI.

Didie mengaku, saat diamankan, terpidana Mindo sama sekali tidak melakukan perlawanan dan menuruti apa yang disarankan petugas. Mindo telah divonis bersalah dan dihukum seumur hidup berdasarkan Putusan Mahkamah Agung (MA) RI Nomor 1691K/PID/2012 tanggal 12 september 2013 tentang Tindak Pidana Pembunuhan Berencana yang dilakukan secara bersama sama.

Lebih jauh Didie mengatakan, MA menyebutkan Mindo Tampubolon terbukti bersalah pada 2013. Mindo dinyatakan terlibat atas pembunuhan istrinya sendiri pada tujuh tahun lalu, sekitar tahun 2011. Sebelumnya Putri Mega Umboh ditemukan di Hutan Punggur dalam kondisi leher tergorok.

Pembunuhan ini melibatkan dua orang lainnya yakni pembantu rumah tangga mereka Rosma dan pacarnya Ujang. Mindo dinyatakan sebagai otak kasus ini. Sementara Ujang telah divonis 20 tahun dan Rosma 15 tahun penjara.

Sementara itu, Mindo ditangkap saat sedang bersama putrinya K (10). “Bagaimana saya tidak sedih, Mindo ditangkap disaksikan cucu saya (K). K memang selalu sama ayahnya (Mindo). Malam itu Mindo baru pulang sama cucu saya, belum turun dari mobil, dia (Mindo) sudah disergap aparat. Malam itu ada tiga mobil aparat,” cerita Getwien, mertua Mindo, Kamis (27/06).

Beberapa lama setelah ditangkap, lanjut Getwien, ia mendapat telpon dari Mindo yang mengabarkan kalau Mindo dan K dibawa aparat kejaksaan.

“Malam setelah ditangkap Mindo telpon kami. Ibu ayah, saya diambil paksa aparat kejaksaan. Setelah itu kami susul mereka, ternyata Mindo dan cucu saya sudah dibawa aparat ke kantor Kejaksaan Tinggi Lampung,” jelasnya.

Getwien sempat menemui sejumlah eksekutor dari tim Kejaksaan dan Kejari Batam. Ia meminta Mindo tidak ditahan, karena Mindo bukan pembunuh anaknya. “Malam itu kami temui semua eksekutor itu (tim kejaksaan), kami sampaikan kami tidak ikhlas dan rela, sampai matipun Mindo, mantu kami bukan pembunuhnya. Kalau dia memang pelakunya, sudah dari dulu kami yang eksekusinya,” ujar Getwien. (Kps/Trb)

Facebook Comments