Beranda Bandar Lampung

Komisi IV DPRD Bandar Lampung: Empat RS Tak Serius Urus Akreditasi

103
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Mulai 1 Juli, sebanyak empat Rumah Sakit (RS ) di Bandar Lampung tak lagi melayani pasien yang menggunakan BPJS Kesehatan. Hal Ini setelah BPJS memutuskan kerjasama, karena masa akreditasi empat RS tersebut yang telah habis.

Kepala Bidang Sumber Daya Manusia, Umum, dan Komunikasi Publik BPJS Kesehatan Bandar Lampung, Nurman mengatakan, empat RS tersebut yakni, RS Imanuel (Tipe B), RS Bandar Negara Husada (tipe C), RS Mata Lampung Eye Center (tipe C), dan RSIA Sinta (tipe C).

Ia menjelaskan, akreditasi sebagai persyaratan bagi rumah sakit yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan seharusnya diberlakukan sejak awal 2014. Namun, memerhatikan kesiapan rumah sakit, ketentuan ini kemudian diperpanjang hingga 1 Januari 2019.

Sementara, anggota Komisi IV DPRD Bandar Lampung, Imam Santoso mengatakan, dalam pemberian akreditasi, ada kriteria yang harus dipenuhi oleh rumah sakit. Kriteria tersebut meliputi Sumber Daya Manusia, termasuk ketersediaan dokter hingga komitmen memberi layanan yang layak kepada pasien.

Ia mengatakan, akreditasi pada dasarnya tidak terlalu memberatkan rumah sakit dan seharusnya tidak menjadi kendala dalam mengurus akreditasi. “Seperti biaya sebetulnya tidak terlalu berat. Untuk lama waktunya, ruang lingkup yang dinilai, tergantung besar kecilnya rumah sakit. Dan hal ini pun tergantung niat RS saja, apakah serius mengurus akreditasi atau tidak,” ujar Imam.

Dia menambahkan, penyelesaian akreditasi RS sebetulnya sangat tergantung pada komitmen masing-masing rumah sakit. Oleh sebab itu, ia menilai ada unsur kesengajaan dari pihak RS untuk tidak cepat mengurus akreditasi, agar tidak ada beban hutang dengan BPJS Kesehatan.

Baca Juga: Empat Rumah Sakit di Bandar Lampung Tak Lagi Layani Pasien BPJS

“Kalau saya lihat ini ada unsur kesengajaan, pihak RS tak mau terbenani dengan hutang dan segala macam, sehingga bisa jadi hal ini adalah unsur kesengajaan dari pihak Rumah Sakitnya,” kata Imam.

Hal seperti ini, sambung dia, jelas yang disengsarakan adalah pasien pengguna BPJS. Kalau nantinya RS sengaja tak mengurus akreditasi, lalu pengguna BPJS bingung untuk berobat dimana. “Lama-lama semua RS tak lagi bisa melayani pasien BPJS, karena masa akreditasi habis, kasihan pengguna BPJSnya,” ucapnya. (wanda)

Facebook Comments