Beranda Komunitas

Lampung dan Bali Pererat Persaudaraan Melalui Tarian Bala

37
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Salah tarian tradisional Lampung yang ditampilkan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019. Foto : Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kebudayaan Lampung dan Bali sudah lama hidup berdampingan dengan rukun. Lampung bahkan sering dijuluki sebagai Bali kedua karena banyaknya warga Bali yang bermukim di Bumi Ruwa Jurai. Kedekatan antar kedua suku ini pun terpadu dengan indah dalam tari-tarian tradisional yang disajikan Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-41 tahun 2019 di Taman Budaya, Denpasar, Bali.

Dalam kegiatan ini, organisasi Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Kabupaten Lampung Tengah kembali ambil bagian. Kali ini WHDI Lamteng tampil dengan enam tarian tradisional. Yaitu Tari Sembah, Tari Jurai Emas, Tari Sakit Kedis, Tari Lijung, Tari Bedana dan Tari Bala.

Tari Bala jadi tarian pamungkas yang membuat banyak penonton penasaran. Tari Bala merupakan singkatan dri Bali dan Lampung. Tari Bala merupakan karya tari kolaborasi daerah Bali dan Lampung yang ditarikan oleh lima orang wanita dengan karakter tari laki-laki.

Kordinator pementasan tari dan musik tradisional Lampung, Ni Wayan Desi Hermawati mengatakan, Tari Bala menjadi bukti bahwa perbedaan tak menjadi alasan untuk terpecah belah. Bala juga dapat berarti pasukan perang, karena Bala merupakan karakter keprajuritan.

Menurut Desi, alasan utama menampilkan pertunjukan ini di Pesta Kesenian Bali ialah untuk memperkenalkan seni Lampung, juga untuk menunjukkan bahwa masyarakat Bali yang bertransmigrasi di Lampung diterima dengan baik.

“Sekaligus membuktikan bahwa melalui seni budaya dapat mempererat persaudaraan krama Bali dengan masyarakat lokal Lampung,” jelas Desi, seperti dilansir beritabali, Senin (1/7/2019).

Selain keenam tarian-tarian tersebut, nyanyian khas Lampung tak lupa ditampilkan untuk menghibur para penonton. Suara merdu dari para penyanyi membuat para penonton hanyut dalam nyanyiannya.

“Saya sangat merasa bangga karena leluhur saya di Bali dan saya lahirnya di Lampung, saya bisa menunjukkan bahwa kami di sana sangat diterima dengan baik,” pungkasnya. (bl)

Facebook Comments