Beranda Bandar Lampung

Jalan Ryacudu Sukarame Berdebu dan Rusak, Warga Ancam Layangkan Gugatan ke Pemerintah

59
Kondisi Jalan Ryacudu, Kecamatan Sukarame yang berdebu akibat jalan belum diaspal. Foto : Ricardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Sebanyak 75 KK (Kepala Keluarga) yang berada di Jalan Ryacudu, Sukarame, Bandar Lampung, akan melakukan gugatan ke Pemerintah baik Pusat maupun Provinsi Lampung, apabila tidak segera memperbaiki jalan di daerah mereka yang rusak.

Sopian Sitepu selaku kuasa hukum yang ditunjuk oleh 75 KK tersebut, mengatakan, dengan kondisi jalan yang rusak dan berdebu, masyarakat di sekitar Jalan Ryacudu tidak berani membuka pintu rumah mereka lantaran banyaknya debu.

“Karena semua halaman rumah penuh dengan debu. Disamping itu juga masyarakat sudah sangat menderita dan banyak yang terganggu pernapasannya atau ispa,” kata Sopian, Rabu (3/7).

Oleh karena itu, ia selaku kuasa hukum masyarakat, meminta kepada pemerintah untuk segera bahu membahu menyelesaikan jalan tersebut.

“Jangan karena ada jalan tol itu, masyarakat sekitarnya jadi menderita. Bolehlah sesekali mereka lihat keadaan masyarakat di sekitar jalan itu, karena tidak jauh juga dari pusat pemerintahan,” jelasnya.

Menurutnya, 75 KK tersebut tidak hanya warga saja. Namun juga sebagian pedagang yang meminta agar segera diperbaiki. “Kami akan menggugat pemerintah segera, untuk melindungi masyarakat yang menderita,” bebernya

“Surat tembusan juga belum kita ajukan, baru permohonan saja. Kalau seminggu ini nggak ada jawaban, kita ajukan gugatan. Karena surat kuasa itu sudah termasuk mengajukan gugatan. Kita memohon ke mereka bahwa selaku pemangku negeri ini mereka harus memperhatikan masyarakat,” lanjutnya.

Ditegaskan Sopian, jangan masyarakat diperlukan disaat Pilkada atau Pileg saja. Dan setelah selesai Pilkada dan Pileg, masyarakat dibiarkan. “Ada 75 orang yang memberikan kuasa ke kita dalam waktu satu hari setengah, dan kami menerima kuasa pada Senin (1/7) lalu, mereka memberikan kuasa dan cukup ini dulu. Dan kuasa ini akan bertambah karena riil ini bencana badai debu, semuanya sudah kena debu. Dan apabila tidak dipenuhi warga akan mengancam melakukan aksi di kantor pemerintah,” ujarnya.

Sementara itu, M. Akib salah satu warga Jalan Ryacudu, mengaku, sudah tidak tahan dengan banyaknya debu yang memenuhi teras rumahnya. Bahkan, debu-debu tersebut tidak hanya memenuhi teras rumahnya saja, melainkan masuk ke dalam rumah.

“Saya sudah bermaksud pindah dari tempat ini karena sudah sangat menyiksa. Tetapi karena sudah tidak ada rumah lagi saya terpaksa tinggal disini. Untuk siang hari saja saya mengungsi dan baru tengah malam pulang kerumah. Saya mohon kepada pemerintah untuk segera di perbaiki,” harapnya. (Oscar)

 

Tonton Juga :

Facebook Comments