Beranda Nasional

Terseret Ombak, Pekerja Tambang Asal Lambar Tewas Bersama Rekannya

35
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Tim SAR Provinsi Babel mengevakuasi jenazah korban yang terseret ombak di Perairan Tanjung Ratu Sungailiat. Foto : ist

Kupastuntas.co, Bangka Belitung – Lima pekerja tambang timah (TI Apung) terseret gelombang besar di Perairan Batuampar Merawang Bangka, pada Selasa (2/7/2019) petang. Dua diantaranya tewas karena tak kuat melawan arus ombak. Kedua korban meninggal itu adalah Suyatno (50), warga Kecamatan Merawang, Bangka Belitung dan Nazar (25), warga Lampung Barat, Provinsi Lampung.

Kejadiaan itu berawal saat lima orang pekerja tambang timah inkonvesional, Suyatno (44), Doyok (49), Nazar (25), Karnata (48) dan Feri (35) baru saja selesai bekerja di ponton apung tengah laut. Mereka turun dari ponton berjalan kaki dalam air, bermaksud menuju pantai sekitar pukul 16.00 WIB. Kedalaman air laut dari ponton menuju pinggir pantai saat itu sekitar 1,5 meter.

“Saat berjalan, tiba-tiba kelima korban diterjang ombak besar dan terbawa ke lubang bekas galian tambang Inkonvesional,” kata Kasat Polair Polres Bangka, AKP Elpiadi, seperti dilansir wowbabel.com Rabu (3/7/2019).

Kelima orang lalu hanyut, namun tiga di antaranya berhasil berenang menyelamatkan diri ke tepi pantai, yaitu Doyok, Karnata dan Feri. Sedangkan Suyatno dan Nazar menghilang.

“Teman-teman korban yang selamat berusaha mencari kedua temannya itu hingga malam. Tim TRC BPBD Provinsi Babel juga turun dan melakukan operasi pencarian pada pukul 20.00 WIB. Tim TRC BPBD berkoordinasi bersama rekan korban yang selamat dan dilanjutkan proses pencarian melalui penyisiran darat di tepi pantai hingga dinihari.

Keesokan harinya, Rabu (3/7/2019) sekitar pukul 05.30 WIB pencarian dilakukan oleh Tim SAR dan warga setempat. Hasilnya pada pukul 06.30 WIB, korban atas nama Suyatno ditemukan dalam kondisi mengapung di permukaan.

“Selang sekitar 15 menit kemudian ditemukan Nazar, bekisar 20 meter dari korban Suyatno dalam posisi masih tenggelam, karena kakinya masih tertancap di lumpur,” jelas Kasat.

Jenazah kedua korban langsung dibawa ke RSUD Depati Bahrin Sungailiat Bangka dan dinyatakan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah dilakukan identifikasi dan dilakukan visum, jenazah korban Suyatno dibawa ke Merawang untuk dimakamkan oleh pihak keluarganya.

“Sedangkan jenazah atas nama Nazar dibawa ke Lampung Barat, daerah asalnya,” jelasnya.

Sementara, Dantim Basarnas Babel, Supani membenarkan sudah ditemukannya dua korban tenggelam di Perairan Tanjung Ratu Sungailiat. Keduanya sudah dibawa ke rumah sakit dan kemudian dibawa pihak keluarga ke rumah duka untuk memakamkan. (Wbb)

Facebook Comments