Beranda Daerah Lampung Lampung Barat

Surat KPU RI Belum Terbit, Penetapan Caleg Terpilih Lambar Ditunda

62
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi Pileg 2019, Foto; Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Lampung Barat (Lambar) menunda penetapan Calon Legislatif (Caleg) terpilih pada Pemilihan Umum (Pemilu) serentak 2019 yang lalu.

Penundaan tersebut karena belum terbitnya surat KPU RI terkait dengan penyampaian daftar daerah yang bersengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) dan atau yang tidak bersengketa di PHPU di MK.

Komisioner KPUD Lambar, Syarif Ediansyah, ketika dikonfirmasi membenarkan, bahwa sebelumnya dijadwalkan minggu ini dan dilakukan penundaan, hingga terbitnya surat keputusan dari KPu RI.

“Kita belum berani menetapkan, jika¬† suratnya sudah terbit baruakan kita laksanakan penetapan di tingkat kabupaten. Memang sebelumnya kita rencanakan minggu ini, namun terpaksa kita lakukan penundaan,” ungkap Syarif, Rabu (03/07/2019).

Dijelaskan syarif, penghitungan untuk penentuan Caleg terpilih nantinya akan dilakukan dengan metode Webster/Sainte-Lague. Jika pada Pemilu 2014 sistem yang digunakan dalam penghitungan suara Caleg terpilih yakni memakai system kuota hare yang mengedepankan metode Bilangan Pembagi Pemilih (BPP) maka berbeda dengan Pemilu 2019.

“Kalau pada Pemilu sebelumnya, penentuan kursi dilakukan dengan mencari terlebih dahulu BPP dari jumlah suara sah dibagi dengan jumlah kursi yang tersedia. Kemudian tiap partai politik yang mendapatkan angka BPP otomatis mendapatkan kursinya. Sisa kursi yang tersedia akan ditentukan dengan ranking atau perolehan suara terbanyak tiap partai politik,” jelas Syarif.

Sedangkan dengan sistem yang baru sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 tahun 2017 tentang Pemilu. Model Webster/Sainte-Lague ini tidak eksplisit disebutkan dalam UU Pemilu. Namun, pasal 420 menyebutkan tentang aturan penetapan perolehan kursi tiap Paepol yang tak lain menggunakan cara tersebut.

Baca Juga: Ini 5 Nama Calon Timsel Pringsewu

Dilanjutkan Syarif, pada pasal 420 penetapan perolehan jumlah kursi tiap partai politik peserta pemilu di suatu daerah pemilihan dilakukan dengan ketentuan, penetapan jumlah suara sah setiap Parpol peserta Pemilu di daerah pemilihan sebagai suara sah setiap partai politik, membagi suara sah setiap partai politik peserta Pemilu sebagaimana dimaksud pada huruf a dengan bilangan pembagi 1 dan diikuti secara berurutan oleh bilangan ganjil 3,5,7 dan seterusnya,” paparnya.

Kemudian tambahnya, hasil pembagian sebagaimana dimaksud diurutkan berdasarkan jumlah nilai terbanyak. Nilai terbanyak pertama mendapat kursi pertama, nilai terbanyak kedua mendapat kursi kedua, nilai terbanyak ketiga mendapat kursi ketiga, dan seterusnya sampai jumlah kursi di daerah pemilihan habis terbagi.

“Metode Webster/Sainte-Lague yang seringkali disebut dengan metode Webster atau metode Sainte-Lague ini adalah metode nilai rata-rata tertinggi yang digunakan untuk menentukan jumlah kursi yang telah dimenangkan dalam suatu pemilihan umum,” tandasnya. (Iwan)

Facebook Comments