Beranda Bandar Lampung

Alasan Keamanan, Alay Dipindah ke Lapas Gunung Sindur

125
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sugiarto Wiharjo alias Alay sedang mengukur tinggi badan ketika berada di ruang registrasi Lapas Kelas 1A Rajabasa. Foto: Kardo/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum-HAM) Provinsi menyebutkan pemindahan Sugiarto Wiharjo alias Alay Sendok dari Lapas Rajabasa ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, karena menyangkut keamanan, pembinaan dan adanya over kapasitas.

“Itu prosedur yang biasa terjadi. Pertama tentu untuk keamanan, pembinaan serta adanya overkapasitas,” kata Kadivpas Kanwil Kemenkum-HAM Lampung Edi Kurniadi, Minggu (07/07/2019).

Bos PT Tripanca Group yang menjadi terpidana kasus korupsi APBD Lampung Tengah dan Lampung Timur itu sempat kebingungan saat akan dipindah. Alay pun sempat menolak dipindah.

Terkait pemindahan tersebut, kuasa hukum Alay, Sopian Sitepu menyangkal kalau pemindahan kliennya karena telah melakukan pelanggaran terhadap aturan di dalam LP.

“Tidak ada pelanggaran. Saya sudah bertemu dengan yang bersangkutan dan disampaikan bahwa selama ini tidak ada aturan yang dilanggar,” jelas Sopian Sitepu.

Sebelumnya, Penasehat Hukum Sugiarto Wiharjo alias Alay lainnya, Sujarwo mempertanyakan alasan pemindahan kliennya ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

“Saya belum dengar alasan itu apakah ada pelanggaran terhadap klien saya selama di Lapas Kelas I Rajabasa atau apa, saya tidak tahu,” terangnya.

Menurut Jarwo, dirinya bersama keluarga Alay sangat berharap kepada Direktorat Jenderal (Dirjen) agar bisa kliennya dikembalikan untuk menjalani tahanan di Lapas Lampung.

Selain itu, lanjut Jarwo mengingat saat ini dirinya sedang berjuang untuk ikut mengusut aset Alay dalam rangka pengembalian kerugian negara yang telah diperbuat kliennya. “Kalau seperti ini bagaimana saya bisa berjuang mengingat jarak yang cukup jauh,” kata dia.

Dia juga meminta agar Dirjen PAS mempertimbangkan niat baik kliennya yang berniat ingin mengembalikan kerugian negara. Selain itu, dia juga mengaku dengan jarak itu sangat kesulitan untuk melakukan komunikasi dengan kliennya agar bisa berterus terang keberadaan asetnya.

“Dalam kacamata kami karena berdomisili di Bandar Lampung tentunya kami kesulitan karena jauh. Kalau jaksa seluruh Indonesia bisa berkoordinasi tapi kami tidak bisa,” terangnya.

Diketahui, Sugiarto Wiharjo alias Alay dipindah dari Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas 1A Rajabasa, Bandar Lampung ke LP Kelas III Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat pada Selasa (25/6).

Pemindahan ini dituangkan melalui surat yang turun dari Direktorat Jendral Pemasyarakatan (Ditjenpas) Kemenkum-HAM RI. Pemindahan itu tertuang dalam surat PAS-PK.01.05.08-675 yang ditandatangani Direktur Jenderal Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami.

“Surat itu turun dari pusat. Kami hanya mendapat perintah pimpinan,” kata Kabid Administrasi Keamanan dan Ketertiban LP Kelas IA Bandar Lampung Usman. Sampai saat ini, dia tak mengetahui apa alasan surat itu dikeluarkan.

Usman melanjutkan, Alay dipindahkan secara mendadak. Pihaknya mendapatkan perintah pada Rabu (3/7) malam agar segera memindahkan Alay ke lapas yang berhadapan dengan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas III B Gunung Sindur yang juga dihuni oleh Setya Novanto, terpidana kasus korupsi KTP elektronik.

“Rabu malam sekitar pukul 00.00 WIB, kami berangkat sampai pada Kamis siang sekitar pukul 11.00 WIB,” kata dia. Pemindahan terpidana Alay dilaksanakan menggunakan jalur darat.

Usman mengaku dirinya bersama tiga petugas Lapas Kelas I yang mengantarkan langsung Alay sampai ke dalam Lapas Kelas III Gunung Sindur. “Kami juga melakukan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dan telah koordinasikan kepada penasihat hukumnya dan juga pihak keluarganya,” katanya.

Dia juga mengaku Alay tidak mempunyai masalah selama berada di dalam Lapas Kelas I Rajabasa. Selama pemantauan pribadinya, Alay selama ini kooperatif hormat, dan juga sopan terhadap petugas.

“Alasan pemindahan kami tidak tahu, dan Alay selama kurang lebih enam bulan di sini tidak ada masalah. Saking kooperatifnya malah dia ingin cepat selesai urusannya,” kata dia. (Ricardo/Ant)

Artikel ini telah terbit pada surat kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Senin, 8 Juli 2019 berjudul “Kemenkumham Lampung: Pemindahan Alay Karena Keamanan”

 

Facebook Comments