Beranda Daerah Lampung Lampung Barat

Lembaga Perlindungan Anak Lampung: Pencabul Anak Harus Dihukum Berat

94
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Mulyono Alias Mul bin Misiran (24) warga desa Labuhan Ratu III, kecamatan Labuhan Ratu, kabupaten Lampung Timur, pelaku pencabulan terhadap 3 anak di bawah umur di Lambar. Foto: Ist/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat – Meningkatnya jumlah anak-anak yang menjadi korban pencabulan di kabupaten Lampung Barat mengundang perhatian Publik.
Sekretaris Lembaga perlindungan anak provinsi Lampung Wahyu Widiatmoko menyorot pentingnya peran banyak pihak untuk mengatasi masalah ini.

“Untuk menekan semakin meningkatnya angka pencabulan tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja, membutuhkan peran penting orang tua, penegak Hukum dan pemerintah,” Ujar Wahyu melalui telpon, Senin (08/07).

Dijelaskan Wahyu, dari banyak kasus pencabulan yang telah terjadi, rata rata pelakunya adalah orang terdekat terhadap korban, karena itu diharapkan kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan anak anaknya.

“Selama ini pelaku cabul itu rata rata adalah orang yang mempunyai kedekatan terhadap korban atau terhadap keluarga korban, sehingga banyak peluang atau waktu bagi pelaku untuk melakukan perbuatan terlarang itu, oleh karena itu diharapkan kepada orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak,” jelas Wahyu.

Berita Terkait : Pencabulan Anak Dibawah Umur Kembali Terjadi di Lambar

Berita Terkait : Bejat! Ayah di Lambar Tega Cabuli Anak Kandung Selama 6 Tahun

Terkait dengan peristiwa yang ditangani oleh pihak penegak hukum, dirinya menilai petugas yang menangani perkara itu memegang peranan penting untuk memberikan efek jera terhadap pelaku dan memberikan pembelajaran bagi Publik.

“Diharapkan kepada penegak hukum yang menangani perkara pencabulan terhadap anak, tidak memberikan ruang toleransi berupa keringanan hukuman, para pelaku harus diberi sanksi hukum seberat mungkin, tujuannya agar memberikan efek jera terhadap pelaku dan memberikan pembelajaran terhadap Publik bahwa siapa yang berbuat mendapat sangsi yang berat,” ujar Wahyu lagi.

Selain orang tua dan penegak hukum pihak Pemerintah Daerah juga mempunyai peran strategis dalam memberikan sosialisasi dalam peningkatan SDM, guna menghindari kasus yang sama untuk tidak terjadi kembali.

“Pemerintah Daerah melalui OPD terkait untuk lebih fokus terhadap program program yang berkaitan terhadap perlindungan anak, perlindungan terhadap anak bukan hanya terhadap korban tetapi perlindungan agar tidak menjadi korban,” tegas Wahyu. (Satoris)

 

Facebook Comments