Beranda Bandar Lampung

Pelacakan Aset Alay Belum Ada Progres

74
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Sugiarto Wiharjo alias Alay saat dieksekusi tim Kejaksaan di salah satu hotel di Tanjung Benoa, Bali. Foto : Detik.com

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkum-HAM) Provinsi menyebutkan pemindahan Sugiarto Wiharjo alias Alay Sendok dari Lapas Rajabasa ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, karena menyangkut keamanan, pembinaan dan adanya over kapasitas.

“Itu prosedur yang biasa terjadi. Pertama tentu untuk keamanan, pembinaan serta adanya overkapasitas,” kata Kadivpas Kanwil Kemenkum-HAM Lampung Edi Kurniadi, Minggu (07/07/2019).

Namun, meskipun penahanan Alay dipindah, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Lampung Andi Suharlis mengaku tidak kesulitan untuk melacak aset milik Alay. “Tidak lah, masih terus ditelusuri,” kata dia, Untuk diketahui, Alay telah membayar Rp1 miliar untuk menutupi kerugian negara dari total Rp106 miliar.

Pernyataan sama dikatakan Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Lampung Raja Sakti Harahap yang mengaku tidak kesulitan untuk melacak aset Sugiarto Wiharjo alias Alay, meskipun telah dipindahkan ke Lapas Kelas III Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat.

“Sementara kami saat ini tidak kesulitan,” kata dia. Namun kelak jika pihaknya membutuhkan keterangan Alay terkait aset, pihaknya yang akan mendatangi Alay yang berada di Lapas Kelas III Gunung Sindur.

“Mengenai uang kerugian negara itu kan upaya dari kita di sini, kan tidak juga harus dari keterangan dia. Tapi nanti kalau memang misalnya dibutuhkan keterangan kami yang ke sana,” ujarnya.

Baca Juga: Alasan Keamanan, Alay Dipindah ke Lapas Gunung Sindur

Ia menambahkan terkait pemindahan terpidana Alay, semuanya adalah kewenangan dari lapas. Namun soal aset, pihaknya tetap berusaha dan tetap berjalan.

Sementara itu, soal perkembangan aset Alay, Raja Sakti mengaku masih akan melakukan koordinasi terlebih dahulu ke Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejati Lampung.

Hingga kini belum ada penambahan pengembalian uang kerugian negara yang telah dilakukan oleh terpidana kasus APBD Kabupaten Lampung Timur itu.

“Itu nanti kami koordinasi ke Pidsus sampai dimananya dan soal pengembalian mungkin masih ada keterkaitan dengan pihak lain. Nanti info dari Pidsus apa kami kabari,” imbuhnya. (Ricardo/Ant)

Artikel ini telah terbit pada surat kabar Harian Kupas Tuntas Edisi Senin, 8 Juli 2019 berjudul “Kemenkumham Lampung: Pemindahan Alay Karena Keamanan, Pelacakan Aset Sugiarto Belum Ada Progres”

 

Facebook Comments