Beranda Daerah Lampung Mesuji

Pelanggaran SPBU Simpang Pematang, Hiswana Migas: Pemda Harus Turun Tangan

62
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Pom Bensin yang terletak di Desa Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung mengisi minyak berjenis solar kepada mobil sedan berplat nomor BG 1516 ZG yang diduga bertangki setan (rakitan) pada Senin, (8/7/2019). Foto: Gusti/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak Dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung, Budiono meminta pemerintah daerah (Pemda) setempat untuk ikut turun tangan menangani dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh petugas Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Desa Simpang Pematang, Kecamatan Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji.

“Dari Pemda setempat harus mengeluarkan aturan pada SPBU agar melayani pengisian BBM (Bahan Bakar Minyak). Jadi ditempelkan di SPBU, nanti operatornya melayani sesuai aturan yang sudah dibuat oleh pemerintah setempat. Jadi pemda juga harus ikut campur karena masalah BBM subsidi itu pemerintah yang menanganinya,” ujar Budiono, saat dihubungi Kupastuntas.co, Senin (8/7).

Ia menegaskan, pengisian BBM menggunakan drigen haruslah menggunakan surat rekomendasi dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) setempat. Akan tetapi hanya bisa dilayani untuk petani, nelayan, dan Usaha Kecil Menengah (UKM)

“Itu harus ada surat keterangan dari Lurah atau Camat setempat. Kalau itu untuk petani atau UKM dia boleh dapat subsidi. Yang tidak boleh adalah untuk industri,” kata dia.

Lebih lanjut dikatakan Budiono, pihaknya mengaku tidak bisa menindak atas pelanggaran yang dilakukan petugas SPBU. Dari itu ia berharap Pemda setempat bisa menata dengan tertib pendistribusian BBM.

“Itu tergantung pengusahanya untuk memutuskan sanksi kepada petugasnya yang melanggar. Saya harus klarifikasi ke yang bersangkutan dulu. Itu seperti di daerah lain yang saya pantau,” katanya. (Erik)

Facebook Comments