Beranda Daerah Lampung Tanggamus

Petani Sayuran di Tanggamus Gembira Nikmati Tren Harga Sedang Tinggi

485
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Ilustrasi petani sayuran. Foto : Detik.com

Kupastuntas.co, Tanggamus – Petani sayur di kaki Gunung Tanggamus, yakni di Kecamatan Gisting dan Sumberejo tengah bergembira menikmati masih tingginya harga sejumlah komoditas sayuran.

Dalam dua pekan terakhir ini, harga beberapa komoditas sayur-mayur sedang pada puncaknya. Harga sawi pahit misalnya, di tingkat petani tembus Rp8 ribu per kilogram. Harga tersebut tergolong tinggi karena saat harga sedang anjlok, harga sawi pahit di bawah Rp 1.000 per kilogram.

Sementara itu sawi manis, harga di tingkat petani saat ini menembus angka Rp8 ribu  per kilogram, padahal biasanya paling tinggi Rp5 ribu per kilogram. Demikian juga dengan kol, harga di tingkat petani Rp10 ribu per kilogram.

Tingginya harga sayuran diperkirakan karena permintaan di sejumlah pasar besar meningkat serta sejumlah wilayah yang diperkirakan belum panen, bahkan sejumlah wilayah penghasil sayuran sudah memasuki kemarau.

“Alhamdulillah sudah tiga minggu berjalan ini, harga sayuran bertahan tinggi. Jika dibanding harga dipasaran, memang harga di tingkat petani masih rendah. Tetapi kami memaklumi karena harga di pasaran setelah ditambah ongkos angkut,” kata Mugito (50), salah seorang petani sayuran di Pekon Simpang Kanan, Kecamatan Sumberejo, Tanggamus, Senin (8/7/2019).

Menurut dia, harga sayuran mulai tinggi setelah lebaran idul fitri 2019. Dia mencontohkan, harga wortel dari kebun yang baru dipanen kini mencapai Rp10 ribu per kilogramnya, dari harga semula yang hanya Rp5 ribu per kilogram.

“Jika dibanding harga sebelumnya, rata-rata mengalami kenaikan antara Rp2 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram. Ini sangat membantu kami para petani,” katanya.

Komoditas sayur yang sedang dipanen para petani di wilayah kaki Gunung Tanggamus yang meliputi pekon-pekon di Kecamatan Gisting dan Sumberejo sebagian besar berupa kol, sawi pahit, sawi putih, daun luncang, tomat, terong dan sebagainya.

“Biasanya, saat panen melimpah, harga sayuran hampir anjlok. Bahkan, sawi pahit sengaja dibiarkan tidak dipanen karena jika terpaksa dipanen malah merugi. Tidak dipanen saja sudah rugi, apalagi jika dipanen, malah menambah biaya petik. Tapi sudah sebulan ini harganya bagus,” ujar Sugeng, seorang petani sayur di Pekon Gisting Permai, Kecamatan Gisting.

Kenaikan harga juga terjadi pada cabai. Dimana harga cabai di pasaran terus melambung. Oleh karenanya, kenaikan harga cabai ini disambut gembira oleh para petani cabai Kabupaten Tanggamus.

Saat ini cabai rawit hasil panennya dibeli Rp70 ribu per kilogram, padahal biasanya paling mahal Rp25 ribu per kilogram. Cabai merah juga tinggi, di tingkat petani dihargai Rp75 ribu per kilogram. “Syukur Alhamdulillah harga cabai merah saat ini tinggi sampai Rp75 ribu sekilonya,” kata Roni (41), petani cabai di Kecamatan Gisting. (Sayuti)

 

Facebook Comments